Wartatrans.com, JAKARTA – Menyambut masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026, KAI Services memperkuat kesiapan personel keamanannya dengan menggelar pelatihan First Aid dan Basic Life Support (BLS). Kegiatan ini diikuti petugas satuan keamanan Regional 1 Jakarta dan berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Pelatihan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Primaya Hospital PGI Cikini. dr. Gagas Kuncoro Jati hadir sebagai narasumber dan memberikan pembekalan terkait penanganan kondisi gawat darurat di lingkungan kerja maupun area pelayanan penumpang.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman tentang prinsip dasar pertolongan pertama, termasuk konsep 3P yakni Preserve Life (menyelamatkan nyawa), Prevent Worsening (mencegah kondisi memburuk), dan Promote Recovery (mendukung pemulihan). Selain itu, dijelaskan pula konsep chain of survival atau rantai kelangsungan hidup sebagai panduan tindakan cepat saat terjadi henti jantung atau situasi darurat lainnya.
Tidak hanya teori, para petugas juga mengikuti praktik langsung, mulai dari teknik membuka jalan napas (airway maneuver), penanganan pasien dalam kondisi kritis, hingga pembidaian pada dugaan cedera tulang. Pendekatan ini dilakukan agar personel mampu menerapkan prosedur medis dasar secara tepat di lapangan.
Salah satu peserta, Agus Wiyono, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan bekal penting dalam menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi di stasiun.
“Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih siap memberikan pertolongan pertama ketika ada penumpang yang mendadak sakit sebelum mendapatkan penanganan lanjutan,” ujarnya.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, menuturkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung operasional yang aman dan profesional.
“Kompetensi pertolongan pertama dan BLS sangat penting bagi personel keamanan. Kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kesiapan dan kepercayaan diri saat menghadapi situasi darurat,” kata Ixfan.
KAI Services memastikan program pembinaan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi budaya keselamatan dan pelayanan prima, khususnya dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada Angkutan Lebaran 2026.(fahmi)
































