Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO FIFGROUP Raih Penghargaan GP2SP DKI Jakarta KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI Pelindo Regional 4 Gandeng BNN Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar IPC TPK Cetak Kinerja Positif Hingga Agustus 2026, Catat Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen Prabowo Perkuat Arah Baru Ekonomi, Disiplin Fiskal dan Ketahanan Energi Jadi Prioritas Pasca Pergantian Menkeu

PERON

Tingkatkan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Tutup JPL 209 di Blitar

badge-check


 Tingkatkan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 7 Tutup JPL 209 di Blitar Perbesar

Wartatrans.com, BLITAR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menutup Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) No. 209 di Dusun Kandangan, Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah proaktif untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api (KA) dan masyarakat.

JPL 209 berada di Km 130+3/4 petak jalan antara Stasiun Blitar–Stasiun Rejotangan. Penutupan dilakukan melalui kolaborasi Tim Pengamanan KAI, Tim Resort JR 7.11 Blitar, Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, serta Satlantas Polresta Blitar.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan penutupan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi kewilayahan yang digelar pada Rabu (25/2/2026) di Kantor Satlantas Polresta Blitar. Dalam pertemuan itu, penutupan JPL 209 menjadi prioritas untuk mendukung Operasi Ketupat Semeru 2026 karena dinilai memiliki potensi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan.

Menurut Tohari, kejadian temperan atau kecelakaan di jalur KA masih menjadi perhatian serius. Sepanjang 2025 tercatat 24 kejadian temperan, sedangkan pada Januari hingga awal Maret 2026 telah terjadi lima kejadian.

Untuk meminimalkan potensi gangguan perjalanan KA, KAI Daop 7 terus melakukan normalisasi jalur melalui penutupan perlintasan sebidang. Sepanjang 2025, sebanyak 15 titik telah ditutup. Pada 2026, KAI menargetkan penutupan delapan perlintasan, dengan realisasi tiga titik hingga awal Maret ini.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Sepanjang awal 2026 saja sudah terjadi lima kejadian temperan. Penutupan JPL No. 209 ini bagian dari target penutupan delapan titik perlintasan yang kami canangkan tahun ini untuk meminimalisir angka kecelakaan,” ujar Tohari.

KAI Daop 7 juga mengingatkan bahwa selama masa Angkutan Lebaran, frekuensi perjalanan KA meningkat sehingga jarak waktu antar kereta (headway) semakin pendek. Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari masyarakat.

KAI mengimbau masyarakat tidak membuka akses jalan baru secara ilegal di sepanjang jalur KA, menggunakan perlintasan resmi yang dilengkapi rambu keselamatan, serta tidak beraktivitas di sekitar jalur rel aktif.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan normalisasi jalur ini, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa melintasi rel di tempat yang tidak resmi bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan diri sendiri,” tutup Tohari.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI

14 September 2026 - 22:13 WIB

Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup

14 September 2026 - 14:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Kebutuhan Pembangunan LRT Jakarta Fase 2A Rp7,8 Triliun

10 September 2026 - 12:57 WIB

Trending di PERON