Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy Sebut Perlunya Uji Kompetensi Calon Direksi Perusahaan Pelayaran PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026 Mempawah Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 6 Oktober Silaturahmi BRSN DPP ke DPW PKS DKI Jakarta, Perkuat Konsolidasi Relawan dan Saksi Menuju 2029 Kabut Asap Karhutla di Fakfak: Kesiapsiagaan Kesehatan Menjadi Prioritas Bersama.

ANJUNGAN

Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder & Pengguna Jasa, Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar

badge-check


 Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Wartatrans.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komitmen membangun tata kelola kepelabuhanan yang bersih dan berintegritas melalui Sosialisasi Anti Penyuapan dan Anti Fraud di Lingkungan Pelabuhan bertema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud”.

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (29/7) ini menghadirkan seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan bahwa keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada komitmen internal perusahaan, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem pelayanan kepelabuhanan.

“Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama. Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujar Rinto.

Menurutnya, Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan penguatan tata kelola, pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas.

“Komitmen tersebut juga kami perluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Unhas, sebagai narasumber yang menyampaikan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik.

Dalam paparannya, Aswin Anas menegaskan bahwa pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen individu yang kemudian diperkuat oleh sistem organisasi yang transparan dan akuntabel.

“Integritas bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam proses pelayanan. Ketika seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko hukum dan dampak penyuapan maupun fraud, maka budaya kepatuhan akan tumbuh secara alami dan menjadi benteng utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pengguna jasa menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang bersih dan berdaya saing.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo Regional 4 berharap seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar semakin memahami pentingnya penerapan prinsip integritas dalam setiap aktivitas pelayanan serta bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik penyuapan dan fraud.

Sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud oleh Pelindo Regional 4 bersama seluruh stakeholder dan pengguna jasa yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi seluruh pihak dalam mendukung terciptanya pelayanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, profesional, dan berintegritas.(ahmad)

Baca Lainnya

Menhub Dudy Sebut Perlunya Uji Kompetensi Calon Direksi Perusahaan Pelayaran

23 September 2026 - 18:36 WIB

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota

23 September 2026 - 18:10 WIB

Trafik Pelabuhan Regional 2 Meningkat, Pelindo Catat Pertumbuhan Arus Petikemas dan Barang hingga Agustus 2026

23 September 2026 - 17:32 WIB

Mempawah Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 6 Oktober

23 September 2026 - 17:23 WIB

Silaturahmi BRSN DPP ke DPW PKS DKI Jakarta, Perkuat Konsolidasi Relawan dan Saksi Menuju 2029

23 September 2026 - 16:59 WIB

Kabut Asap Karhutla di Fakfak: Kesiapsiagaan Kesehatan Menjadi Prioritas Bersama.

23 September 2026 - 16:50 WIB

HUT ke 477 Kabupaten Kudus Diwarnai Ziarah, Ada Rencana Tanggal Lahir Diganti

23 September 2026 - 16:37 WIB

Lebih dari 170.000 Warga Rasakan Manfaat Kontribusi Publik FIFGROUP

23 September 2026 - 15:20 WIB

Infotainment Awards 2026: Ketika Popularitas, Fandom dan Media Sosial Menentukan Siapa yang Jadi Bintang

23 September 2026 - 13:44 WIB

ASDP Perkuat Sinergi Lancarkan Mobilitas dan Arus Logistik di Pelabuhan Ketapang

23 September 2026 - 13:26 WIB

Trending di ANJUNGAN