Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues mengeluhkan tingginya harga semen yang dinilai memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang membangun rumah maupun fasilitas umum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga Semen Andalas di sejumlah wilayah pesisir Aceh umumnya berkisar Rp68.000 per sak, sedangkan Semen Padang sekitar Rp58.000 per sak. Namun, di wilayah tengah Aceh terjadi kenaikan yang cukup signifikan.

Di Kabupaten Aceh Tengah, harga Semen Andalas dilaporkan mencapai sekitar Rp105.000 per sak, sedangkan Semen Padang sekitar Rp95.000 per sak. Sementara itu, di Kabupaten Gayo Lues harga semen dilaporkan dapat mencapai Rp115.000 per sak, tergantung lokasi dan biaya distribusi.
Sejumlah warga menilai tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh mahalnya biaya distribusi akibat kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.
Kerusakan pada sejumlah ruas jalan menuju wilayah tengah Aceh menyebabkan biaya angkutan meningkat, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.
Akibat selisih harga tersebut, sebagian warga Bener Meriah memilih membeli semen langsung ke Lhokseumawe dan Aceh Utara karena dinilai lebih murah, meski harus mengeluarkan biaya perjalanan tambahan.
Selain faktor distribusi, masyarakat juga mempertanyakan mengapa Semen Andalas yang diproduksi di Aceh memiliki harga lebih tinggi dibandingkan Semen Padang. Perbedaan harga ini menjadi perhatian warga mengingat keduanya merupakan bagian dari kelompok perusahaan BUMN.
Masyarakat berharap pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten segera memperbaiki infrastruktur jalan serta mengevaluasi rantai distribusi bahan bangunan agar biaya logistik dapat ditekan dan harga semen kembali terjangkau.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak produsen, distributor, maupun instansi terkait mengenai penyebab perbedaan harga semen dan tingginya harga jual di wilayah tengah Aceh.*** (Kamaruzzaman)


























