Wartatrans.com, SOLO – Enam pendidik dari SMP MBS Zam-Zam Cilongok mengikuti kegiatan pengembangan profesional bertajuk Cambridge Life Skills in Action: Bringing Language Learning and Life Skills Together in the Classroom yang diselenggarakan oleh Cambridge University Press & Assessment di Productive Meeting Room, Harris Hotel Solo, Selasa (28/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat implementasi konsep Future Ready Education dalam proses pembelajaran.
Delegasi yang mengikuti kegiatan terdiri atas Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Evy Nurhidayati, S.Pd., bersama lima guru Bahasa Inggris, yakni Fachri Afifudin, S.Pd., Erna Wahyu Wulandari, S.Pd., Nurul Faizah, S.Pd., Jamal Linggar Setiawan, S.Pd., dan Sri Wahyuningsih, S.Pd.Gr.

Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan Cambridge University Press & Assessment kepada para guru Bahasa Inggris, baik yang baru maupun berpengalaman, untuk mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan berbahasa dengan kecakapan hidup (life skills) melalui kurikulum Cambridge Global English.
Regional Professional Learning & Development Specialist Cambridge University Press & Assessment, Deborah Gordon, menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut. Peserta mengikuti tiga sesi, yaitu eksplorasi pendekatan pembelajaran Cambridge, penguatan praktik pembelajaran bahasa di kelas, serta refleksi dan penerapan kecakapan hidup dalam proses belajar mengajar.
Selain pelatihan bagi guru, Cambridge juga menggelar sesi khusus untuk para kepala sekolah yang menghadirkan Regional Manager South East Asia Pacific (SEAP) Cambridge International Education, Yusuf Seto Wibowo. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pemimpin di era teknologi bukanlah mereka yang paling berbakat, melainkan mereka yang berani mengambil langkah lebih dulu, terus belajar, serta mampu mengajak orang lain berkembang bersama.
Menurut Yusuf, kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi momentum bagi para pemimpin pendidikan untuk melakukan transformasi pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Evy Nurhidayati, S.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolah dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi guru sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan zaman.
“Kami siap menjadi guru yang menyiapkan peserta didik tidak hanya untuk siap menghadapi ujian, tetapi juga siap menghadapi masa depan,” ujar Evy.
Konsep Future Ready Education sendiri merupakan paradigma pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21 tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter, moral, dan kemanusiaan. Melalui pendekatan ini, sekolah didorong membangun ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan peserta didik yang adaptif, berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, terampil memecahkan masalah, serta memiliki karakter yang kuat.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Future Ready Education dinilai menjadi salah satu pendekatan yang relevan agar sekolah tidak hanya mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian, tetapi juga membekali mereka untuk menghadapi kehidupan dan tantangan masa depan yang terus berubah.*** (EN/HK)




























