Wartatrans.com, JAKARTA – Semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama kembali diteguhkan melalui penyelenggaraan The Golden Rule Interfaith Youth Conference yang berlangsung di MAN 13 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan tokoh lintas agama, pendidik, serta generasi muda dalam komitmen bersama membangun perdamaian dan memperkuat kerukunan di Indonesia.
Konferensi tersebut terselenggara atas kolaborasi Yayasan Peduli Anak Indonesia yang dipimpin Bunda Erna Santoso, VOP Initiative di bawah kepemimpinan Princess Natasha Dematra, serta Yayasan Satria Kencana Nusantara (SKN).

Ketua Umum SKN, R. Abd. Latif, hadir bersama jajaran pengurus untuk memantau sekaligus memberikan dukungan terhadap kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Menurut panitia, keberhasilan acara merupakan hasil sinergi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap penguatan nilai-nilai toleransi di kalangan generasi muda.

Mengusung tema The Golden Rule atau “Aturan Emas”, konferensi menghadirkan perwakilan dari berbagai agama dan kepercayaan di Indonesia, mulai dari Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga Aliran Kepercayaan Sunda Buhun. Kebersamaan tersebut menjadi simbol nyata bahwa perbedaan merupakan kekuatan dalam menjaga persatuan bangsa.
Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus merawat kerukunan, memperkuat dialog, dan menanamkan nilai toleransi kepada generasi muda sejak dini.
Pada kesempatan itu, panitia juga memberikan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh dan institusi yang dinilai memiliki dedikasi dalam mempromosikan toleransi, persaudaraan, dan perdamaian.
Penerima penghargaan tersebut antara lain Dra. Yessy Anwar (Kepala MAN 13) sebagai Inisiator Toleransi Beragama; MAN 13 Jakarta sebagai Penyelenggara Golden Rule Interfaith Youth Conference sekaligus Inspirator Toleransi Beragama dan Perdamaian Dunia; Princess Natasha Dematra sebagai Tokoh Toleransi Perdamaian Dunia; Syarif Hidayullah (Tokoh Islam), Pdt. Samuel Martinus Riwu (Tokoh Kristen), I Wayan Sarjana (Tokoh Hindu), Chandra Natawijaya (Tokoh Konghucu), Romo Eddy Sastro (Tokoh Buddha), Ki Bambang Sumantri (Tokoh Sunda Buhun), serta R. Abd. Latif selaku Ketua Umum SKN atas kontribusi mereka dalam menguatkan semangat toleransi.

Penghargaan juga diberikan kepada Ketua Komite MAN 13 Hj. Sri Mulyaningsih, Nurlaila Jamilah dari Komite MAN 13, serta Lelly Maria Johanna sebagai Inspirator Toleransi dan Perdamaian.
Melalui konferensi ini, penyelenggara berharap nilai-nilai The Golden Rule dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan diharapkan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, serta memperkuat persatuan Indonesia di tengah keberagaman.*** (Septi)


























