Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut KA Rajabasa terus menjadi andalan mobilitas masyarakat di lintas Sumatera Selatan dan Lampung. Kereta api relasi Kertapati–Tanjungkarang ini melayani perjalanan sejauh 389 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 9 jam 20 menit, menghubungkan dua provinsi dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang tinggi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KA Rajabasa telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat lintas provinsi karena tarifnya terjangkau dan jadwalnya konsisten.

“KA Rajabasa melayani perjalanan pelajar, pekerja, pedagang, hingga keluarga yang hendak bersilaturahmi. Tarifnya terjangkau dan jadwalnya konsisten sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne, Sabtu (21/2/2026).
Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini tercermin dari peningkatan jumlah pelanggan. Pada Januari 2025, KA Rajabasa melayani 54.987 pelanggan, sementara pada Januari 2026 jumlahnya meningkat menjadi 79.858 pelanggan atau tumbuh 45,23 persen.
KA Rajabasa merupakan layanan Ekonomi Public Service Obligation (PSO) yang diamanatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan kepada KAI dengan tarif maksimal relasi terjauh sebesar Rp32.000. Dengan jarak hampir 400 kilometer, tarif tersebut memberikan akses perjalanan yang luas bagi berbagai lapisan masyarakat.
Perjalanan KA Rajabasa dimulai dari Stasiun Kertapati di Palembang dan berakhir di Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung. Sepanjang perjalanan, kereta berhenti di sejumlah stasiun antara lain Prabumulih, Baturaja, Martapura, Blambangan Umpu, Kotabumi, hingga Tegineneng.
KAI juga melengkapi KA Rajabasa dengan fasilitas penunjang perjalanan jarak jauh seperti pendingin udara, kursi berlapis kulit dengan meja kecil dan colokan listrik, toilet di setiap rangkaian, rak bagasi, serta layanan makan dan minum. Petugas kereta turut memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib hingga tujuan.
Bagi masyarakat dari Jakarta dan kota lain di Pulau Jawa yang tiba di Stasiun Gambir, perjalanan menuju Lampung dapat dilanjutkan menggunakan bus DAMRI dengan rute langsung ke Stasiun Tanjungkarang. Tarif layanan berkisar Rp255.000 hingga Rp390.000 tergantung kelas layanan dan sudah termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni.
Anne menambahkan, masyarakat dapat memperoleh informasi jadwal dan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan lainnya.(fahmi)































