Menu

Mode Gelap
Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya PTDI Naikkan Produksi Pesawat N219 12 Unit Setahun Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun Terus Dukung Pemulihan NTT, Kemenhub dan PT Meratus Salurkan Bantuan League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi Operator Bus Listrik Terbanyak di Indonesia, DAMRI Operasikan 316 Unit Bus Listrik untuk Layanan Transjakarta

RAGAM

84 Hari Pasca Bencana, Ketua Pemuda ALA Nilai Pemulihan di Enam Kabupaten Masih Jalan di Tempat

badge-check


 84 Hari Pasca Bencana, Ketua Pemuda ALA Nilai Pemulihan di Enam Kabupaten Masih Jalan di Tempat Perbesar

Wartatrans.com,TAKENGON — Ketua Pemuda ALA, Gilang Ken Tawar, menegaskan bahwa perjuangan yang ia suarakan bukan semata-mata mewakili Aceh Tengah, melainkan seluruh kawasan calon Provinsi ALA yang mencakup enam kabupaten/kota di wilayah tengah dan tenggara Aceh.
Enam daerah tersebut meliputi Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kutacane, Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Menurut Gilang, hingga 84 hari pascabencana, kondisi di banyak desa terdampak masih memprihatinkan. Ia menyebut empat wilayah utama ALA—Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Kutacane—mengalami dampak paling parah, baik pada infrastruktur, hunian warga, maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya berbicara bukan hanya atas nama Aceh Tengah, tetapi atas nama seluruh rakyat ALA. Fakta di lapangan menunjukkan pemulihan di wilayah inti ALA masih jauh dari selesai,” kata Gilang, Sabtu (21/02/2026).

Ia mengungkapkan, pemerintah kabupaten di masing-masing wilayah terdampak telah mengakui keterbatasan dalam menangani seluruh desa terdampak, baik dari sisi anggaran, sumber daya manusia, maupun kemampuan teknis.

Namun, ketika penanganan dilimpahkan ke tingkat Pemerintah Provinsi Aceh, kondisi di lapangan dinilai tidak menunjukkan perubahan signifikan.

“Provinsi memiliki anggaran, kewenangan, dan struktur birokrasi. Tetapi realitasnya, masyarakat masih menunggu. Ini menunjukkan sistem pemerintahan yang ada belum efektif,” ujarnya.

Gilang menilai, lambannya respons pemulihan mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan dalam menangani wilayah tengah dan tenggara Aceh secara optimal. Hingga kini, kata dia, masih banyak warga yang hidup dalam kondisi darurat.

“Rumah belum layak huni, jalan belum pulih, dan bantuan belum merata. Ini bukan soal kurang waktu, tetapi kurang keseriusan,” kata Gilang.

Sementara itu, ia mengakui bahwa Subulussalam dan Aceh Singkil juga terdampak bencana, meskipun skala kerusakannya relatif lebih ringan dibandingkan empat wilayah utama ALA.
Lebih lanjut, Gilang menegaskan bahwa tuntutan pembentukan Provinsi ALA merupakan kebutuhan riil masyarakat, bukan agenda kelompok tertentu.

“Wilayah seluas ini jika terus dikelola dari pusat provinsi yang jauh, maka keterlambatan pelayanan akan terus berulang. Provinsi ALA adalah solusi agar pelayanan publik lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini kawasan ALA kerap berada di posisi pinggiran dalam perencanaan pembangunan maupun penanganan krisis.

Menutup pernyataannya, Gilang mengajak seluruh masyarakat di enam kabupaten untuk bersatu memperjuangkan pemekaran wilayah.

“Ini perjuangan bersama demi keselamatan, kesejahteraan, dan masa depan generasi ALA. Tanpa perubahan sistem melalui pembentukan Provinsi ALA, wilayah tengah dan tenggara Aceh akan terus tertinggal,” kata dia.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Teken Kerja Sama, Pelindo & IKM Perkuat Arus Nikel Kendari

28 Agustus 2026 - 05:44 WIB

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

27 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026

27 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Trending di JALUR