Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

SUMBER DAYA

Pertamina Patra Niaga Terus Perkuat Program TJSL Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Berbagai Wilayah Indonesia

badge-check


 Foto istimewa/Pertamina Patra Niaga Perbesar

Foto istimewa/Pertamina Patra Niaga

Wartatrans,com, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di berbagai wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif pengelolaan sampah Pertamina Patra Niaga telah dijalankan di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Dari pelaksanaan tersebut, sebanyak 4,7 ribu ton sampah per tahun berhasil dikumpulkan, dengan 2,3 ribu ton per tahun di antaranya telah dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang serta pengolahan organik. Program ini melibatkan 2.470 masyarakat dan menghasilkan total nilai pendapatan masyarakat mencapai Rp 3,2 miliar dari akumulasi seluruh program.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyampaikan bahwa Hari Sampah Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kolaborasi multipihak dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bernilai ekonomi, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Roberth.

Salah satu implementasi pengelolaan terpadu dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga melalui unit Fuel Terminal Boyolali dengan program TPS 3R Resik di Desa Butuh. Fasilitas ini mampu mengelola 480 ton sampah per tahun yang berasal dari 310 Kepala Keluarga dan 115 pelaku usaha di sekitar desa. Sistem pengelolaan yang konsisten dan partisipatif tersebut menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun sekaligus memperkuat kualitas kebersihan dan kesehatan lingkungan desa.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga membina 15 Bank Sampah yang mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Inisiatif ini membentuk rantai pasok pengolahan sampah organik yang berkelanjutan dengan produk turunan berupa pupuk kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak. Program ini berkontribusi dalam mengurangi volume sampah organik, menghasilkan produk ramah lingkungan, membuka peluang usaha lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Dampak pemberdayaan tersebut turut dirasakan oleh program Kampung Pesisir Berdaya yang dijalankan oleh unit Fuel Terminal Medan dimana masyarakat berkomitmen menjaga dan melestarikan wilayah pesisir dengan mengelola Bank Sampah Horas Bah. Kegiatan Bank Sampah Horas Bah ini mampu mengumpulkan hingga 10 ton sampah per tahun dan menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 1,925 juta per bulan.

“Perubahan tidak datang dari satu orang, tetapi dari keberanian untuk bergerak bersama. Tugas kita adalah menjaga dan melestarikan agar lingkungan serta ekonomi pesisir tetap lestari,” ujar Dian Syahputra, ketua kelompok program Bank Sampah Horas Bah.

Atas konsistensi dan dampak nyata yang dihasilkan, implementasi kedua program tersebut saat ini menjadi kandidat PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pencapaian ini mencerminkan pengelolaan lingkungan yang melampaui kepatuhan, sekaligus memperlihatkan integrasi kuat antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pelaksanaan TJSL.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperluas dampak program pengelolaan sampah sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Baketrans Rumuskan Prioritas Kebijakan Transportasi Nasional

16 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

APPSI Kalbar Didorong Turun ke Pasar, Lindungi Pedagang dari Premanisme dan Beban Usaha

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Konsolidasi ke Jawa Tengah, BRSN DPP PKS Perkuat Koordinasi Program Join PKS

16 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Trending di RAGAM