Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 361 Perwira Transportasi Laut Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Indonesia Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun Akademik 2025/2026 diwisuda dalam Sidang Senat Terbuka di Kampus STIP, Selasa (15/7/2026).
Ini sekaligus memperkuat daya saing sektor maritim nasional di tengah pesatnya transformasi industri pelayaran global,

“Para lulusan diharapkan menjadi SDM maritim unggul yang siap memimpin transformasi maritim yang modern, aman, dan berkelanjutan,” tutur Kepala BPSDMP Suharto.
Para lulusan terdiri atas 330 merupakan lulusan Program Diploma IV, termasuk 150 lulusan jalur Pola Pembibitan yang akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Perhubungan.
Adapun 31 wisudawan lainnya merupakan lulusan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Selain memperkuat kebutuhan SDM di lingkungan Kemenhub, lulusan STIP juga telah terserap di berbagai perusahaan pelayaran nasional maupun internasional.
Suharto mengatakan, tantangan sektor maritim saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan teknis pelaut, tetapi juga kemampuan menguasai teknologi, menjunjung budaya keselamatan, serta menghadirkan inovasi menuju pelayaran yang berkelanjutan.
“Hari ini bukanlah garis akhir perjalanan Saudara, melainkan awal memasuki dunia profesional maritim. Jadilah insan maritim yang profesional, berintegritas, inovatif, menjunjung tinggi keselamatan, serta mampu menghadapi transformasi teknologi untuk mewujudkan pelayaran yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Pembangunan SDM menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat daya saing sektor transportasi laut Indonesia.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kampus Berdampak: Melahirkan Generasi Pembuat Sejarah”.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang berdampak pada masyarakat, dan menjawab berbagai tantangan bangsa, termasuk di sektor maritim.
“Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, bioteknologi, ekonomi digital, dan meningkatnya persaingan di sektor maritim, Indonesia memerlukan SDM, yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan kemampuan beradaptasi serta yang terpenting adalah mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan, lulusan perguruan tinggi harus menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Dunia tidak lagi menunggu lulusan yang hanya memiliki ijazah. Dunia membutuhkan generasi yang mampu menciptakan solusi, memimpin perubahan, dan menorehkan sejarah. Melalui konsep Kampus Berdampak, perguruan tinggi harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang menjawab tantangan bangsa, termasuk memperkuat sektor maritim sebagai kekuatan strategis Indonesia,” tegas Suharto.
Ketua STIP Indonesia Capt. Tri Cahyadi menyampaikan, STIP terus memperkuat kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pelayaran global.
“Hal tersebut diwujudkan melalui penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, didukung sistem manajemen pendidikan berstandar internasional,” ucapnya.
Industri pelayaran saat ini tidak hanya membutuhkan pelaut yang kompeten mengoperasikan kapal, tetapi juga pemimpin yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memahami aspek keberlanjutan, dan menjunjung tinggi budaya keselamatan.
“Itulah kompetensi yang terus kami bangun di STIP,” ujarnya.
Pada Tahun Akademik 2025/2026 STIP berhasil meraih Akreditasi Internasional IABEE, sementara seluruh Program Studi Diploma IV telah memperoleh akreditasi “Unggul” dari BAN-PT sebagai bukti komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi taruna, STIP juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik di bidang akademik, kepribadian, kesamaptaan, karya tulis ilmiah, dan kemampuan bahasa Inggris.
Mengusung tema “Navigating The Future: Seafarers as The Leaders in Maritime Technology and Guardians of the Environment”, wisuda tahun ini menjadi penegasan komitmen STIP dalam mencetak perwira transportasi laut yang tidak hanya kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga siap memimpin transformasi teknologi maritim serta mendukung pelayaran yang aman dan berkelanjutan. (omy)




























