Wartatrans.com, TANGERANG – Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) selenggarakan pelatihan Dangerous Goods Angkatan XIII kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Pelatihan dilaksanakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug dan dibuka Kepala BP3 Curug Sukahir, Senin (6/7/2026).

Dia menyampaikan, perkembangan industri penerbangan yang semakin dinamis menuntut siapapun yang terlibat dalam pengangkutan barang berbahaya melalui udara, untuk memiliki kompetensi yang sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan.
“Penanganan dangerous goods tidak hanya memerlukan pemahaman terhadap karakteristik barang berbahaya, tetapi juga ketelitian, disiplin, dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku agar risiko terhadap keselamatan penerbangan dapat diminimalkan,” tuturnya.
Melalui Pelatihan Initial Dangerous Goods Type A ini, akan membekali para personel TNI Angkatan Udara dengan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sesuai dengan peraturan nasional maupun Standar Internasional ICAO dan IATA.
“Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan operasi penerbangan TNI AU yang aman, tertib, profesional, dan memenuhi aspek keselamatan penerbangan,” kata dia.
Senada dengan hal tersebut di atas, Kepala Sub Dinas Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dinas Pendidikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Kolonel Adm Nugroho Adi Gunawan mengungkapkan, kesalahan dalam proses identifikasi, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, dokumentasi, maupun pengangkutan barang berbahaya dapat menimbulkan risiko yang sangat besar dalam keselamatan penerbangan.
“Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai klasifikasi dan tata cara penanganan dangerous goods merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap personel yang terlibat dalam rangkai logistik dan operasi penerbangan,” ucapnya.
Selain itu dia juga menyampaikan apresiasi kepada BP3 Curug yang telah menyelenggarakan kerja sama pelatihan Dangerous Goods dengan TNI AU.
“Saya juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para instruktur dan penyelenggara yang telah mempersiapkan pelaksanaan pelatihan ini dengan baik,” ujarnya.
Penyelenggaraan pelatihan Dangerous Goods ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan SDM melalui pelatihan yang berorientasi pada keselamatan penerbangan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Pada pelatihan Dangerous Goods, peserta akan dibekali pengetahuan tentang klasifikasi barang berbahaya.
Pengetahuan ini mencakup melakukan pengemasan, pelabelan, dan penandaan barang berbahaya yang dapat dikirim dengan pesawat udara.
Setelah mengikuti pelatihan ini, personel TNI AU diharapkan mampu mengimplementasikan prosedur penanganan barang berbahaya secara tepat, aman, dan bertanggungjawab di satuan masing-masing.
Pelatihan ini merupakan Sinergi antar-Lembaga yaitu Kementerian Perhubungan dan TNI AU, sebagai kerja sama dalam mendukung penyelenggaraan operasi penerbangan yang selamat, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (omy)





























