Menu

Mode Gelap
Kisah Porter Sunarto Rawat Anak Berkebutuhan Khusus, KAI Services Beri Bantuan di Stasiun Bandung IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Siapkan 19.200 Kursi, Tiket Terjual 119 Persen KAI Commuter Dekatkan Transportasi Publik dengan Generasi Muda Lewat Commuter Skate Games Juli 2026, Rekor Baru! Hampir 97 Ribu Wisman Naik Kereta Api Jarak Jauh KSOP Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang

SUMBER DAYA

Keren! Taruna Poltekpel Surabaya Inovasi Sistem Pintar Monitoring Emisi Karbon Kapal

badge-check


 Salah satu taruna Poltekpel Surabaya Perbesar

Salah satu taruna Poltekpel Surabaya

Wartatrans.com, SURABAYA – Keren! Di tengah sorotan global terhadap perubahan iklim dan tuntutan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor maritim, dimana Kementerian Perhubungan berkomitmen mendorong pengembangan transportasi publik yang bersih, cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebuah inovasi membanggakan lahir dari para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

Taruna Program Studi Diploma IV Transportasi Laut berhasil mengembangkan MARCO (Maritime Carbon Offset System), sebuah sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mewujudkan pelayaran hijau (green shipping).

Keberhasilan ini menempatkan Poltekpel Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pelayaran terdepan yang responsif terhadap isu lingkungan global.

Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono mengapresiasi para taruna, serta mengonfirmasi bahwa karya inovatif ini telah resmi mendapatkan perlindungan hukum.

“Kami sangat bangga atas pencapaian para taruna melalui Capstone Design ini. MARCO membuktikan bahwa lulusan Poltekpel Surabaya tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga mampu melahirkan teknologi solutif bagi industri maritim dan pemerintah. Ini adalah bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060. Sebagai bentuk komitmen dan pengakuan atas orisinalitasnya, alat ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” tegas Moejiono, Senin (6/7/2026).

Inovasi aplikatif ini lahir dari proyek Capstone Design Taruna Prodi Sarjana Terapan Transportasi Laut Kelompok 4 yang digawangi lima taruna berprestasi: Bika Mukhtaruddin, Chintya Putri Claudia Ode, Rorusman Jadid Nurhadi, Siti Aurum Eka Nursasi, dan Syahlia Eka Handayani.

MARCO adalah prototype sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) karya Taruna Diploma IV Transportasi Laut Poltekpel Surabaya.

Menggunakan teknologi sensor MQ dan kalkulasi otomatis, MARCO hadir menjadi media monitoring yang praktis, efisien, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan pesisir lewat konsep rehabilitasi mangrove.

Pengembangan MARCO dipicu tingginya emisi karbon sektor pelayaran di Indonesia sebagai negara maritim.

Melihat melimpahnya potensi hutan mangrove Indonesia sebagai penyerap karbon alami (blue carbon), tim inovator ini melihat peluang besar untuk mengintegrasikan sistem pemantauan emisi dengan konsep carbon offset.

“Melalui MARCO, kami ingin menghadirkan solusi pemantauan emisi kapal yang cepat, akurat, dan ramah digital. Kami berharap ini menjadi langkah awal optimalisasi carbon offset maritim di Indonesia,” ujar perwakilan Tim Capstone Kelompok 4.

Secara teknis, MARCO bekerja memanfaatkan kombinasi cerdas mikrokontroler ESP32, sensor gas sensitif (MQ-135, MQ-7, dan MQ-2), serta modul komunikasi nirkabel NRF24L01.

Data hasil pembakaran mesin kapal dibaca secara instan, diolah menjadi estimasi emisi, dan ditampilkan langsung pada dashboard berbasis web secara real-time.

Selain itu, MARCO dilengkapi fitur otomatisasi kalkulasi estimasi pajak karbon.

Ke depan, prototype ini diproyeksikan untuk naik kelas dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), blockchain, serta sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) demi akurasi dan transparansi data yang lebih tinggi bagi industri pelayaran global.

Teknologi ini merupakan salah satu Upaya SDM Transportasi dalam menghadirkan Inovasi untuk mewujudkan transportasi rendah karbon.

Di mana sektor transportasi saat ini menyumbang sekitar 8,18% dari total emisi gas rumah kaca nasional.

“Inovasi ini dihrapkan dapat mendukung Langkah strategis Kementerian Perhubungan untuk memenuhi komitmen iklim pada 2030 dan mencapai Net Zero Emission di 2060,” tutup Moejiono. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

IPCC Layani Sepenuh Hati, Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

22 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Posko Bersama Dibuka, Kemenhub-Pelindo-PELNI Perkuat Respons Kemanusiaan untuk NTT

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenhub Gelar Pelatihan ICAO GSI Angkatan KE-2 Bagi 16 Inspektur Penerbangan 6 Negara

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Cek PG4N bagi 100 Pegawai, BKKP dan KSOP Banten Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

21 Agustus 2026 - 08:04 WIB

Terminal Teluk Lamong Bekali Warga Ring 1 dengan Kompetensi dan Sertifikasi Gada Pratama

20 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Di Tengah Dampak Gempa, Pelindo Hadir Bantu Masyarakat Flores

20 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Trending di ANJUNGAN