Menu ✖

Mode Gelap
INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

SUMBER DAYA

Keren! Taruna Poltekpel Surabaya Inovasi Sistem Pintar Monitoring Emisi Karbon Kapal

badge-check


 Salah satu taruna Poltekpel Surabaya Perbesar

Salah satu taruna Poltekpel Surabaya

Wartatrans.com, SURABAYA – Keren! Di tengah sorotan global terhadap perubahan iklim dan tuntutan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor maritim, dimana Kementerian Perhubungan berkomitmen mendorong pengembangan transportasi publik yang bersih, cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebuah inovasi membanggakan lahir dari para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

Taruna Program Studi Diploma IV Transportasi Laut berhasil mengembangkan MARCO (Maritime Carbon Offset System), sebuah sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mewujudkan pelayaran hijau (green shipping).

Keberhasilan ini menempatkan Poltekpel Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pelayaran terdepan yang responsif terhadap isu lingkungan global.

Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono mengapresiasi para taruna, serta mengonfirmasi bahwa karya inovatif ini telah resmi mendapatkan perlindungan hukum.

“Kami sangat bangga atas pencapaian para taruna melalui Capstone Design ini. MARCO membuktikan bahwa lulusan Poltekpel Surabaya tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga mampu melahirkan teknologi solutif bagi industri maritim dan pemerintah. Ini adalah bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060. Sebagai bentuk komitmen dan pengakuan atas orisinalitasnya, alat ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” tegas Moejiono, Senin (6/7/2026).

Inovasi aplikatif ini lahir dari proyek Capstone Design Taruna Prodi Sarjana Terapan Transportasi Laut Kelompok 4 yang digawangi lima taruna berprestasi: Bika Mukhtaruddin, Chintya Putri Claudia Ode, Rorusman Jadid Nurhadi, Siti Aurum Eka Nursasi, dan Syahlia Eka Handayani.

MARCO adalah prototype sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) karya Taruna Diploma IV Transportasi Laut Poltekpel Surabaya.

Menggunakan teknologi sensor MQ dan kalkulasi otomatis, MARCO hadir menjadi media monitoring yang praktis, efisien, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan pesisir lewat konsep rehabilitasi mangrove.

Pengembangan MARCO dipicu tingginya emisi karbon sektor pelayaran di Indonesia sebagai negara maritim.

Melihat melimpahnya potensi hutan mangrove Indonesia sebagai penyerap karbon alami (blue carbon), tim inovator ini melihat peluang besar untuk mengintegrasikan sistem pemantauan emisi dengan konsep carbon offset.

“Melalui MARCO, kami ingin menghadirkan solusi pemantauan emisi kapal yang cepat, akurat, dan ramah digital. Kami berharap ini menjadi langkah awal optimalisasi carbon offset maritim di Indonesia,” ujar perwakilan Tim Capstone Kelompok 4.

Secara teknis, MARCO bekerja memanfaatkan kombinasi cerdas mikrokontroler ESP32, sensor gas sensitif (MQ-135, MQ-7, dan MQ-2), serta modul komunikasi nirkabel NRF24L01.

Data hasil pembakaran mesin kapal dibaca secara instan, diolah menjadi estimasi emisi, dan ditampilkan langsung pada dashboard berbasis web secara real-time.

Selain itu, MARCO dilengkapi fitur otomatisasi kalkulasi estimasi pajak karbon.

Ke depan, prototype ini diproyeksikan untuk naik kelas dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), blockchain, serta sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) demi akurasi dan transparansi data yang lebih tinggi bagi industri pelayaran global.

Teknologi ini merupakan salah satu Upaya SDM Transportasi dalam menghadirkan Inovasi untuk mewujudkan transportasi rendah karbon.

Di mana sektor transportasi saat ini menyumbang sekitar 8,18% dari total emisi gas rumah kaca nasional.

“Inovasi ini dihrapkan dapat mendukung Langkah strategis Kementerian Perhubungan untuk memenuhi komitmen iklim pada 2030 dan mencapai Net Zero Emission di 2060,” tutup Moejiono. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Trending di NASIONAL