Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran KAI Angkut 123.810 Ton Barang Retail pada Semester I 2026, Naik 5,06 Persen For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media Meski Terima Investasi TikTok Rp24,5 Triliun, PHK di Tokopedia Tetap Ada? Perkuat Akses Pendidikan Anak Marjinal, Gubernur DKI Jakarta Siapkan 8 Hektare Lahan Ekstra

SUMBER DAYA

Keren! Taruna Poltekpel Surabaya Inovasi Sistem Pintar Monitoring Emisi Karbon Kapal

badge-check


 Salah satu taruna Poltekpel Surabaya Perbesar

Salah satu taruna Poltekpel Surabaya

Wartatrans.com, SURABAYA – Keren! Di tengah sorotan global terhadap perubahan iklim dan tuntutan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor maritim, dimana Kementerian Perhubungan berkomitmen mendorong pengembangan transportasi publik yang bersih, cerdas, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Sebuah inovasi membanggakan lahir dari para taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya.

Taruna Program Studi Diploma IV Transportasi Laut berhasil mengembangkan MARCO (Maritime Carbon Offset System), sebuah sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk mewujudkan pelayaran hijau (green shipping).

Keberhasilan ini menempatkan Poltekpel Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pelayaran terdepan yang responsif terhadap isu lingkungan global.

Direktur Poltekpel Surabaya Moejiono mengapresiasi para taruna, serta mengonfirmasi bahwa karya inovatif ini telah resmi mendapatkan perlindungan hukum.

“Kami sangat bangga atas pencapaian para taruna melalui Capstone Design ini. MARCO membuktikan bahwa lulusan Poltekpel Surabaya tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga mampu melahirkan teknologi solutif bagi industri maritim dan pemerintah. Ini adalah bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060. Sebagai bentuk komitmen dan pengakuan atas orisinalitasnya, alat ini juga telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” tegas Moejiono, Senin (6/7/2026).

Inovasi aplikatif ini lahir dari proyek Capstone Design Taruna Prodi Sarjana Terapan Transportasi Laut Kelompok 4 yang digawangi lima taruna berprestasi: Bika Mukhtaruddin, Chintya Putri Claudia Ode, Rorusman Jadid Nurhadi, Siti Aurum Eka Nursasi, dan Syahlia Eka Handayani.

MARCO adalah prototype sistem monitoring emisi karbon berbasis Internet of Things (IoT) karya Taruna Diploma IV Transportasi Laut Poltekpel Surabaya.

Menggunakan teknologi sensor MQ dan kalkulasi otomatis, MARCO hadir menjadi media monitoring yang praktis, efisien, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan pesisir lewat konsep rehabilitasi mangrove.

Pengembangan MARCO dipicu tingginya emisi karbon sektor pelayaran di Indonesia sebagai negara maritim.

Melihat melimpahnya potensi hutan mangrove Indonesia sebagai penyerap karbon alami (blue carbon), tim inovator ini melihat peluang besar untuk mengintegrasikan sistem pemantauan emisi dengan konsep carbon offset.

“Melalui MARCO, kami ingin menghadirkan solusi pemantauan emisi kapal yang cepat, akurat, dan ramah digital. Kami berharap ini menjadi langkah awal optimalisasi carbon offset maritim di Indonesia,” ujar perwakilan Tim Capstone Kelompok 4.

Secara teknis, MARCO bekerja memanfaatkan kombinasi cerdas mikrokontroler ESP32, sensor gas sensitif (MQ-135, MQ-7, dan MQ-2), serta modul komunikasi nirkabel NRF24L01.

Data hasil pembakaran mesin kapal dibaca secara instan, diolah menjadi estimasi emisi, dan ditampilkan langsung pada dashboard berbasis web secara real-time.

Selain itu, MARCO dilengkapi fitur otomatisasi kalkulasi estimasi pajak karbon.

Ke depan, prototype ini diproyeksikan untuk naik kelas dengan integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI), blockchain, serta sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) demi akurasi dan transparansi data yang lebih tinggi bagi industri pelayaran global.

Teknologi ini merupakan salah satu Upaya SDM Transportasi dalam menghadirkan Inovasi untuk mewujudkan transportasi rendah karbon.

Di mana sektor transportasi saat ini menyumbang sekitar 8,18% dari total emisi gas rumah kaca nasional.

“Inovasi ini dihrapkan dapat mendukung Langkah strategis Kementerian Perhubungan untuk memenuhi komitmen iklim pada 2030 dan mencapai Net Zero Emission di 2060,” tutup Moejiono. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Perkuat Akses Pendidikan Anak Marjinal, Gubernur DKI Jakarta Siapkan 8 Hektare Lahan Ekstra

6 Juli 2026 - 16:44 WIB

HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar: Kepentingan Rakyat Harus Di Atas Kepentingan Elite Politik

6 Juli 2026 - 00:11 WIB

Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

5 Juli 2026 - 20:08 WIB

Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

5 Juli 2026 - 15:17 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Trending di ANJUNGAN