Wartatrans.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat telah melayani sebanyak 492.095 pelanggan selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang dimulai pada Rabu (11/3) hingga hari ke-22 pada Rabu (1/4).
Jumlah tersebut terdiri dari 237.300 pelanggan yang berangkat dan 254.795 pelanggan yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun.

Puncak volume keberangkatan tertinggi terjadi pada H2+2 Lebaran atau Selasa (24/3) dengan jumlah 17.758 pelanggan yang diberangkatkan dari 13 stasiun di wilayah Daop 7. Sementara itu, puncak kedatangan tercatat pada H-3 Lebaran atau Rabu (18/3/2026) dengan 15.131 pelanggan tiba.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan meski Posko Angkutan Lebaran 2026 secara resmi telah ditutup pada Senin (30/3), masa angkutan Lebaran masih berlangsung hingga Rabu (1/4) dan pelayanan kepada pelanggan tetap dilakukan secara maksimal.
“Meski Posko telah ditutup, kami tetap melayani pelanggan yang mudik maupun arus balik belakangan dengan optimal, sama seperti saat masa posko berlangsung,” ujar Tohari dalam siaran pers, Kamis (2/4/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan data hingga Kamis pukul 14.00 WIB, okupansi Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daop 7 Madiun mengalami peningkatan sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang melayani total 464.024 pelanggan.
Pada periode 2025 tersebut, jumlah pelanggan terdiri dari 222.135 keberangkatan dan 241.889 kedatangan.
KAI Daop 7 memproyeksikan okupansi penumpang kembali meningkat seiring momentum libur panjang peringatan Wafat Yesus Kristus pada Jumat (3/4/2026).
Untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat, KAI Daop 7 tetap mengoperasikan KA Brantas Tambahan hingga Ahad (5/4/2026).
“Okupansi penumpang diharapkan kembali naik seiring adanya libur long weekend. Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menambah perjalanan kereta,” tutup Tohari.(fahmi)






























