Wartatrans.com, BOGOR – PT Reska Multi Usaha atau KAI Services memperkuat kesiapan pekerjanya dalam menghadapi situasi darurat melalui pelatihan pertolongan pada kedaruratan yang digelar di Balai Pelatihan Basarnas, Bogor, Jawa Barat.
Pelatihan yang berlangsung pada 20–26 September 2026 tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari berbagai regional KAI Services di Pulau Jawa dan Sumatera.
Kegiatan ini dirancang untuk membekali pekerja, khususnya para frontliner, dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam memberikan pertolongan ketika terjadi kondisi darurat selama bertugas.
Materi yang diberikan mencakup triase korban, penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, hingga teknik evakuasi korban secara aman sesuai prosedur.
Selain penanganan korban, peserta juga mendapatkan pelatihan terkait penanggulangan kebakaran. Mereka mengikuti simulasi pemadaman api dengan mempraktikkan penggunaan selimut api (fire blanket) sebagai langkah awal, serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengendalikan api sebelum berkembang lebih luas.
Manager Corporate Communication KAI Services Nyoman Suardhita mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menghadapi keadaan darurat secara cepat dan profesional.
“Karena bagi KAI Services, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama yang dibangun melalui kesiapsiagaan, kolaborasi, dan pembelajaran yang berkelanjutan. Dari pelatihan ini diharapkan para frontliner KAI Services memiliki respon yang cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat.” ujar Nyoman dalam keterangan resminya pada Senin (21/9).
Salah satu peserta pelatihan, Iqbal, menilai materi yang diberikan relevan dengan kondisi yang mungkin dihadapi pekerja saat bertugas di lapangan.
“Pelatihan ini sangat berguna buat kita dalam menghadapi keadaan darurat saat kita bekerja. Tidak hanya belajar teori, kita juga praktik melakukan pemadaman api melalui APAR dan penggunaan selimut api,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pertolongan terhadap korban.
“Kita jadi mengerti bagaimana menghadapi keadaan darurat saat bekerja di lapangan. Selain belajar cara memadamkan api, dalam pelatihan ini kita juga belajar mengenai bagaimana penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga bagaimana cara penanganan korban pingsan,” ujar Iqbal.(fahmi)






















