Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran aktif dalam mendukung agenda transisi hijau nasional melalui program penghijauan berkelanjutan di berbagai wilayah operasional. Sepanjang tahun 2025, KAI telah menanam sebanyak 6.989 pohon di lingkungan stasiun, sepanjang jalur kereta api, kawasan pesisir, hingga wilayah permukiman masyarakat.
Jumlah penanaman pohon tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6.716 pohon. Secara kumulatif, selama periode 2021–2025, KAI telah menanam total 108.008 pohon di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Program penghijauan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pada pilar pembangunan berkelanjutan dan penguatan kualitas lingkungan hidup, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa program penghijauan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan dan berorientasi pada masa depan.
“Penanaman pohon tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan daya serap air untuk mengurangi potensi genangan dan banjir, menahan abrasi di wilayah pesisir, serta menciptakan ruang publik yang lebih asri dan nyaman bagi masyarakat di sekitar jalur dan stasiun kereta api,” ujar Anne.
Sepanjang 2025, KAI menyalurkan dan menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari pohon peneduh dan pohon keras seperti beringin, trembesi, mahoni, pule, dan ketapang, hingga pohon buah-buahan seperti mangga, alpukat, durian, lengkeng, dan nangka. Selain itu, KAI juga melakukan penanaman mangrove dan cemara laut di sejumlah wilayah pesisir untuk menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan ketahanan lingkungan.
Pelaksanaan program penghijauan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, yayasan lingkungan, kelompok tani, serta masyarakat di berbagai wilayah, antara lain Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Lampung. Di kawasan pegunungan, KAI menyalurkan bibit bambu dan aren untuk mendukung tata kelola sumber daya air, sementara di kawasan permukiman dilakukan penanaman tanaman hias serta pohon buah produktif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen KAI terhadap pengelolaan lingkungan juga tercermin dalam penilaian S&P Global ESG 2025. Dalam penilaian tersebut, KAI mencatat ESG Score sebesar 55 poin atau meningkat 14 poin dibandingkan tahun sebelumnya, serta menempatkan perusahaan dalam 20 persen teratas industri transportasi global.
Peningkatan kinerja ESG tersebut turut didukung oleh berbagai inisiatif keberlanjutan lainnya, seperti pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah stasiun, penguatan efisiensi energi dan operasional, serta kehadiran fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI yang mendorong partisipasi pelanggan dalam perjalanan rendah emisi.
“Seluruh langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya aman, andal, dan terjangkau, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang, sejalan dengan agenda pembangunan hijau Indonesia,” tutup Anne.(****)






















