Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Senja di Istana Raja Farouk

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Senja di Istana Raja Farouk Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Senja adalah waktu ketika langit dan bumi seakan berdialog dalam keheningan. Warna jingga yang perlahan meredup menjadi saksi betapa segala yang hidup tunduk pada hukum waktu. Dalam momen inilah hati manusia paling mudah diajak mengingat—bahwa tiada yang kekal selain Yang Maha Kekal.

Di Mesir, negeri para nabi dan ulama, senja memiliki makna yang lebih dalam. Ia tidak hanya menandai pergantian siang dan malam, tetapi juga mengingatkan perjalanan panjang peradaban yang dibangun dengan ilmu, iman, dan pengorbanan. Di tepi sejarah itulah Istana Raja Farouk berdiri, anggun namun menyimpan getir. Ia adalah monumen kekuasaan yang pernah berjaya, lalu runtuh oleh gelombang zaman, menjadi pelajaran abadi tentang kefanaan dunia.

Istana itu menjadi saksi bagaimana tahta dapat berkilau, namun tak kuasa menahan takdir. Raja Farouk, penguasa terakhir Mesir, pernah memandang dunia dari singgasananya dengan keyakinan akan keabadian kuasa. Namun sejarah berkata lain. Kekuasaan hanyalah titipan, sebagaimana siang hanyalah persinggahan sebelum senja datang. Di sinilah Al-Qur’an seakan berbisik melalui peristiwa: “Katakanlah, wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ketika senja menyelimuti halaman istana, langkah-langkah yang mengayun pasti di sekitarnya bukan lagi langkah penguasa, melainkan langkah manusia biasa—para pencari makna, penuntut ilmu, dan sahabat-sahabat yang dipersatukan oleh niat baik. Dalam kebersamaan itu, persahabatan tumbuh sebagai ibadah sosial, terikat bukan oleh kepentingan dunia, tetapi oleh nilai saling menjaga dan mengingatkan dalam kebenaran.

Di hadapan bangunan megah yang kini menjadi saksi bisu, senja mengajarkan kerendahan hati. Sejarah Mesir mengingatkan bahwa peradaban besar tidak hanya lahir dari kekuatan senjata dan istana, melainkan dari masjid, madrasah, dan majelis ilmu. Dari doa-doa yang dipanjatkan saat matahari tenggelam, dari sujud-sujud panjang para ulama yang menjadikan iman sebagai fondasi negeri.

Senja di Istana Raja Farouk akhirnya menjadi cermin bagi jiwa. Ia mengajak manusia merenungi hidup: tentang kekuasaan yang fana, tentang persahabatan yang bernilai amal, dan tentang sejarah yang harus dibaca dengan iman. Sebab di balik megahnya istana dan indahnya senja, ada pesan Ilahi yang abadi—bahwa hidup adalah perjalanan singkat menuju perjumpaan dengan Tuhan, dan sebaik-baik bekal adalah iman, ilmu, serta persaudaraan yang tulus.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Trending di RAGAM