Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

WISATA

Catatan Halimah Munawir: Senja di Istana Raja Farouk

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Senja di Istana Raja Farouk Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Senja adalah waktu ketika langit dan bumi seakan berdialog dalam keheningan. Warna jingga yang perlahan meredup menjadi saksi betapa segala yang hidup tunduk pada hukum waktu. Dalam momen inilah hati manusia paling mudah diajak mengingat—bahwa tiada yang kekal selain Yang Maha Kekal.

Di Mesir, negeri para nabi dan ulama, senja memiliki makna yang lebih dalam. Ia tidak hanya menandai pergantian siang dan malam, tetapi juga mengingatkan perjalanan panjang peradaban yang dibangun dengan ilmu, iman, dan pengorbanan. Di tepi sejarah itulah Istana Raja Farouk berdiri, anggun namun menyimpan getir. Ia adalah monumen kekuasaan yang pernah berjaya, lalu runtuh oleh gelombang zaman, menjadi pelajaran abadi tentang kefanaan dunia.

Istana itu menjadi saksi bagaimana tahta dapat berkilau, namun tak kuasa menahan takdir. Raja Farouk, penguasa terakhir Mesir, pernah memandang dunia dari singgasananya dengan keyakinan akan keabadian kuasa. Namun sejarah berkata lain. Kekuasaan hanyalah titipan, sebagaimana siang hanyalah persinggahan sebelum senja datang. Di sinilah Al-Qur’an seakan berbisik melalui peristiwa: “Katakanlah, wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki.”

Ketika senja menyelimuti halaman istana, langkah-langkah yang mengayun pasti di sekitarnya bukan lagi langkah penguasa, melainkan langkah manusia biasa—para pencari makna, penuntut ilmu, dan sahabat-sahabat yang dipersatukan oleh niat baik. Dalam kebersamaan itu, persahabatan tumbuh sebagai ibadah sosial, terikat bukan oleh kepentingan dunia, tetapi oleh nilai saling menjaga dan mengingatkan dalam kebenaran.

Di hadapan bangunan megah yang kini menjadi saksi bisu, senja mengajarkan kerendahan hati. Sejarah Mesir mengingatkan bahwa peradaban besar tidak hanya lahir dari kekuatan senjata dan istana, melainkan dari masjid, madrasah, dan majelis ilmu. Dari doa-doa yang dipanjatkan saat matahari tenggelam, dari sujud-sujud panjang para ulama yang menjadikan iman sebagai fondasi negeri.

Senja di Istana Raja Farouk akhirnya menjadi cermin bagi jiwa. Ia mengajak manusia merenungi hidup: tentang kekuasaan yang fana, tentang persahabatan yang bernilai amal, dan tentang sejarah yang harus dibaca dengan iman. Sebab di balik megahnya istana dan indahnya senja, ada pesan Ilahi yang abadi—bahwa hidup adalah perjalanan singkat menuju perjumpaan dengan Tuhan, dan sebaik-baik bekal adalah iman, ilmu, serta persaudaraan yang tulus.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di RAGAM