Wartatrans.com, JAKARTA – KCIC bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan penataan ulang akses penumpang KA Feeder Whoosh di Stasiun Bandung dengan memusatkan seluruh aktivitas keberangkatan dan kedatangan melalui ruang tunggu baru di sisi barat stasiun, tepatnya di depan Masjid Al Mu’min.
Untuk menuju area tersebut, penumpang dapat mengakses Pintu Utara Stasiun Bandung melalui Jalan Kebon Kawung. Ruang tunggu baru ini memiliki area yang lebih luas dan fasilitas lebih modern dengan kapasitas lebih dari 300 tempat duduk, meningkat dari sebelumnya sekitar 200 tempat duduk di ruang tunggu lama di sisi timur.

Setelah kebijakan ini diberlakukan, seluruh aktivitas ruang tunggu, boarding, drop off, dan pick up KA Feeder akan terpusat di area baru. Dengan demikian, akses lama KA Feeder di sisi timur dan selatan Stasiun Bandung tidak lagi melayani keberangkatan maupun kedatangan. Penyesuaian akses ini mulai diterapkan pada awal Maret 2026.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan informasi tersebut penting diketahui seluruh penumpang agar tidak mengalami keterlambatan saat menuju ruang tunggu KA Feeder, mengingat jadwal KA Feeder telah diselaraskan dengan keberangkatan Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Padalarang.
“Kami mengimbau penumpang Whoosh yang akan menggunakan KA Feeder dari Stasiun Bandung agar mulai menyesuaikan keluar dan masuk kendaraan ke Stasiun Bandung melalui Pintu Utara dari Jalan Kebon Kawung,” ujar Eva.
Untuk mendukung kelancaran transisi, KCIC bersama KAI akan memasang rambu dan penunjuk arah di sejumlah titik strategis di Stasiun Bandung serta menyiagakan petugas tambahan selama masa peralihan. Petugas juga akan ditempatkan di area ruang tunggu lama untuk mengarahkan penumpang ke lokasi baru.
“Penataan akses dilakukan untuk menciptakan pergerakan penumpang yang lebih tertib, aman, dan efisien, khususnya pada jam sibuk. Dengan sentralisasi akses ini, alur penumpang menjadi lebih tertata serta dapat meningkatkan kenyamanan integrasi KA Feeder dengan Kereta Cepat Whoosh, seiring tingginya mobilitas penumpang,” kata Eva.(fahmi)
































