Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Apresiasi Pelanggan, Serentak di Seluruh Cabang InJourney Hospitality Group Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera InJourney Gelar Doa Bersama Serentak untuk Sumatera di Destinasi Ikonik Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya

PERON

Kinerja KAI Group Tumbuh 8,15 Persen: Penggerak Mobilitas, Ekonomi, dan Konektivitas Nasional

badge-check


					Kinerja KAI Group Tumbuh 8,15 Persen: Penggerak Mobilitas, Ekonomi, dan Konektivitas Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Group mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Oktober 2025. Total pelanggan mencapai 413.867.221 orang, meningkat 8,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 382.669.486 pelanggan.

Pertumbuhan ini menegaskan kontribusi KAI Group dalam memperkuat mobilitas nasional, mendukung kegiatan ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai daerah.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap transportasi berbasis rel.

“Setiap perjalanan kereta api memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari mempermudah mobilitas pekerja, meningkatkan arus logistik, hingga menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM di sekitar jalur kereta api,” ujar Anne, Selasa (11/11/2025).

KAI Commuter mencatat 329.371.437 pelanggan atau meningkat 6,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Layanan ini menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Dengan waktu tempuh yang efisien dan harga terjangkau, KAI Commuter terus mendukung produktivitas perkotaan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas dan emisi kendaraan pribadi.

Layanan kereta jarak jauh dan lokal yang dikelola langsung oleh KAI juga mencatat 45.814.270 pelanggan atau naik 7,12 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang aman, tepat waktu, dan nyaman. Selain itu, konektivitas antarkota turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pergerakan wisatawan dan perdagangan antarwilayah.

LRT Jabodebek menjadi salah satu layanan dengan pertumbuhan tertinggi kedua, mencatat 23.549.818 pelanggan atau naik 39,69 persen. Layanan ini telah memperkuat integrasi transportasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, memudahkan mobilitas masyarakat metropolitan dan mempercepat aktivitas ekonomi harian di pusat bisnis dan perumahan.

Pertumbuhan juga dicapai oleh KA Bandara yang melayani 5.792.630 pelanggan, meningkat 24,11 persen. KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan KA Srilelawangsa di Medan menjadi pilihan utama karena efisiensi waktu dan konektivitas langsung ke pusat kota. Layanan ini turut mendukung sektor pariwisata dan investasi di berbagai wilayah.

KAI Group juga mencatat pertumbuhan yang konsisten di luar Pulau Jawa. Layanan KA Makassar–Parepare mencatat 256.961 pelanggan, naik 10,64 persen. Layanan ini menjadi simbol kemajuan transportasi di Sulawesi Selatan dan membuka peluang pemerataan pembangunan ekonomi berbasis rel di kawasan timur Indonesia.

LRT Sumatera Selatan turut berperan dalam memperkuat konektivitas di Palembang dengan 3.790.240 pelanggan, meningkat 7,44 persen. Moda ini menghubungkan pusat kota dengan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, mendukung mobilitas kerja dan ekonomi masyarakat perkotaan.

Sementara itu, KAI Wisata mencatat peningkatan tertinggi sebesar 57,53 persen dengan total 191.865 pelanggan. Layanan unggulan seperti Kereta Panoramic, Kereta Wisata, dan Kereta Istimewa berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberi dampak ekonomi bagi destinasi wisata di berbagai daerah.

Kereta berkecepatan tinggi Whoosh yang dikelola KCIC juga mencatat 5.100.000 pelanggan, meningkat 6,3 persen. Kehadiran Whoosh mempercepat konektivitas Jakarta–Bandung, menghadirkan efisiensi waktu tempuh dan memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi dan bisnis di kedua kota.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel terus menjadi urat nadi pembangunan nasional. KAI Group akan terus berinovasi untuk menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya

2 Januari 2026 - 09:00 WIB

KA Bandara Adi Soemarmo Catat Okupansi 129 Persen Selama Nataru, jadi Pilihan Utama Masyarakat Madiun

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

KAI Catat Penjualan Tiket Nataru Capai 3,8 Juta, Okupansi KA Jarak Jauh Tembus 115 Persen

1 Januari 2026 - 17:49 WIB

Perjalanan KA Malam Tahun Baru Berjalan Lancar, Penambahan Berhenti di Stasiun Jatinegara Efektif

1 Januari 2026 - 16:51 WIB

KAI Services Siapkan 9 Dapur Produksi untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Penumpang Saat Nataru

1 Januari 2026 - 15:47 WIB

Trending di PERON