Menu ✖

Mode Gelap
Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

Uncategorized

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

badge-check


 Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui Perbesar

Wartatrans.com, SEMARANG — Di kota Semarang tengah viral dengan bahasan makanan. Kalau Walikota terdahulu terkenal dengan nasi gorengnya, yang terkini adalah kue. Ini tidak terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) tapi tentang keberadaan sebuah toko kue berlabel Kue Gambang. Keberadaannya ditanyakan masyarakat luas, baik keberadaan tempatnya, maupun keberadaan pemilik sesungguhnya.

Hal ini berawal saat pedagang Pasar Johar Semarang yang ada di utara lantai dua, protes atas munculnya usaha Kue Gambang. Mereka menanyakan kenapa toko tersebut diberi lokasi yang selama ini dilarang untuk berjualan. Pemerintah kota Semarang diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan pengelolaan ruang usaha.

“Sudah sekitar 5 tahun kami dilarang memanfaatkan area tersebut, bahkan langsung ditegur jika menaruh barang sedikit saja. Namun ketika usaha tertentu masuk, aturan seketika berubah,” sungut MR, seorang pedagang senior di Pasar Johar yang namanya minta disamarkan.

Tidak berhenti di sini, MR dan kawan kawan menerima praktik abuse of power lanjutan. Kendaraan mereka dilarang parkir di wilayah Roti Gambang. Giat bongkar dan muat barang dagangan juga tidak diperkenankan dilakukan di radius 50 meter. Atas perlakuan tersebut, pedagang kecil yang lebih dulu puluhan tahun berjualan merasa semakin dipersempit ruang geraknya.

Hal lain yang diprotes adalah bahwa toko Kue Gambang menempati bangunan cagar budaya dan telah merusaknya. Tembok dipaku dan ditempeli berbagai perlengkapan, padahal pedagang lain dilarang melakukan hal yang sama karena melanggar aturan pelestarian bangunan.

Asal tahu saja, Pasar Johar masuk ke dalam cagar budaya dilindungi Undang-Undang No. 5/1993 (sumber : Eksistensi Pasar Tradisional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta, 2011).

Bersamaan polemik yang terjadi, beredar kabar tempat – tempat strategis Pasar Johar sedang diarahkan untuk kepentingan bisnis pihak tertentu. Bahkan kalimat “ladang bisnis circle Walikota dan untuk anaknya” kini sudah menjadi pembicaraan umum. Bukan saja di dunia nyata tapi juga dunia maya. Tanggapan mereka lebih banyak negatifnya.

Protes pedagang Pasar Johar dan masyarakat langsung ditanggapi Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, Kamis (2/4/2026). Dikatakanya bahwa pemanfaatan bangunan untuk usaha toko Kue Gambanpg dilakukan sesuai prosedur. Tahapan perizinan dan koordinasi dengan para ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) setempat juga telah dilakukan.

“Prinsipnya, Kementerian Perdagangan membantu Kota Semarang dengan syarat Pasar Johar harus hidup dan ramai. Karena ini kami mengizinkan pemanfaatan bangunan tersebut,” ujar Aniceto.

Ditegaskan pula bahwa izin yang diberikan tidak melanggar ketentuan bangunan cagar budaya. Tidak adanya perubahan fungsi maupun bentuk bangunan menjadi dasar bahwa pemanfaatan tersebut tetap sesuai aturan yang berlaku. Terkait kritik yang mengarah pada individu tertentu, Pihak Dinas Perdagangan menilainya sebagai sesuatu yang tidak tepat.

Polemik toko Kue Gambang memang berkembang liar. Promosi peresmiannya oleh seorang Walikota, dan setiap hari ada Aparatur Sipil Negara (ASN) lokal yang nongkrong, membuat masyarakat menuduh toko tersebut milik circle Walikota Semarang Agustina Wilujeng.

Sampai berita ini ditulis, siapa owner sesungguhnya toko Kue Gambang belum jelas. Dengan keadaan demikian, sementara yang sudah jelas adalah bahwa Wartatrans.com tidak bisa melakukan konfirmasi ke yang bersangkutan.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Trending di RAGAM