Menu ✖

Mode Gelap
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik

PERON

Kinerja KAI Group Tumbuh 8,15 Persen: Penggerak Mobilitas, Ekonomi, dan Konektivitas Nasional

badge-check


 Kinerja KAI Group Tumbuh 8,15 Persen: Penggerak Mobilitas, Ekonomi, dan Konektivitas Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Group mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Oktober 2025. Total pelanggan mencapai 413.867.221 orang, meningkat 8,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 382.669.486 pelanggan.

Pertumbuhan ini menegaskan kontribusi KAI Group dalam memperkuat mobilitas nasional, mendukung kegiatan ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di berbagai daerah.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap transportasi berbasis rel.

“Setiap perjalanan kereta api memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari mempermudah mobilitas pekerja, meningkatkan arus logistik, hingga menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM di sekitar jalur kereta api,” ujar Anne, Selasa (11/11/2025).

KAI Commuter mencatat 329.371.437 pelanggan atau meningkat 6,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Layanan ini menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Dengan waktu tempuh yang efisien dan harga terjangkau, KAI Commuter terus mendukung produktivitas perkotaan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas dan emisi kendaraan pribadi.

Layanan kereta jarak jauh dan lokal yang dikelola langsung oleh KAI juga mencatat 45.814.270 pelanggan atau naik 7,12 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang aman, tepat waktu, dan nyaman. Selain itu, konektivitas antarkota turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pergerakan wisatawan dan perdagangan antarwilayah.

LRT Jabodebek menjadi salah satu layanan dengan pertumbuhan tertinggi kedua, mencatat 23.549.818 pelanggan atau naik 39,69 persen. Layanan ini telah memperkuat integrasi transportasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, memudahkan mobilitas masyarakat metropolitan dan mempercepat aktivitas ekonomi harian di pusat bisnis dan perumahan.

Pertumbuhan juga dicapai oleh KA Bandara yang melayani 5.792.630 pelanggan, meningkat 24,11 persen. KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan KA Srilelawangsa di Medan menjadi pilihan utama karena efisiensi waktu dan konektivitas langsung ke pusat kota. Layanan ini turut mendukung sektor pariwisata dan investasi di berbagai wilayah.

KAI Group juga mencatat pertumbuhan yang konsisten di luar Pulau Jawa. Layanan KA Makassar–Parepare mencatat 256.961 pelanggan, naik 10,64 persen. Layanan ini menjadi simbol kemajuan transportasi di Sulawesi Selatan dan membuka peluang pemerataan pembangunan ekonomi berbasis rel di kawasan timur Indonesia.

LRT Sumatera Selatan turut berperan dalam memperkuat konektivitas di Palembang dengan 3.790.240 pelanggan, meningkat 7,44 persen. Moda ini menghubungkan pusat kota dengan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, mendukung mobilitas kerja dan ekonomi masyarakat perkotaan.

Sementara itu, KAI Wisata mencatat peningkatan tertinggi sebesar 57,53 persen dengan total 191.865 pelanggan. Layanan unggulan seperti Kereta Panoramic, Kereta Wisata, dan Kereta Istimewa berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara serta memberi dampak ekonomi bagi destinasi wisata di berbagai daerah.

Kereta berkecepatan tinggi Whoosh yang dikelola KCIC juga mencatat 5.100.000 pelanggan, meningkat 6,3 persen. Kehadiran Whoosh mempercepat konektivitas Jakarta–Bandung, menghadirkan efisiensi waktu tempuh dan memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi dan bisnis di kedua kota.

“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel terus menjadi urat nadi pembangunan nasional. KAI Group akan terus berinovasi untuk menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tutup Anne.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

KAI Tegaskan Rekomendasi KNKT Tak Berhenti di Dokumen, Diterapkan di Lapangan

29 September 2026 - 20:24 WIB

Trending di PERON