
Wartatrans.com, LAMPUNG – Negara hadir hingga ke pelabuhan tradisional. Dalam momentum arus balik Angkutan Lebaran 2026, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, mengerahkan kapal patroli negara KN.Golok-P.206 untuk melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengamanan (WASPAM) di lintasan vital Pelabuhan Pulau Sebesi – Dermaga Canti Kalianda, Lampung.

Lintasan ini merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat pesisir yang menggunakan kapal tradisional, khususnya pada masa Lebaran yang mengalami peningkatan signifikan jumlah penumpang. Kondisi tersebut menjadikan kehadiran negara sebagai faktor kunci dalam menjamin keselamatan, ketertiban, dan kelancaran pelayaran.


Kegiatan ini dilaksanakan melalui koordinasi erat antara Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., dengan Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, S.E., M.M., sebagai bentuk sinergi antar unit kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memastikan pengawasan keselamatan pelayaran berjalan optimal hingga ke pelabuhan rakyat.
Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, personel KN. Golok – P.206 melaksanakan: Edukasi keselamatan pelayaran kepada nahkoda dan penumpang, Pengawasan kapasitas angkut kapal tradisional, Pendampingan langsung aktivitas pelayaran rakyat, Bantuan proses embarkasi dan debarkasi penumpang
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga humanis dan preventif, guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran.
Kepala KSOP Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sinergi menjadi faktor utama dalam menjaga keselamatan pelayaran masyarakat.
“Sinergi antara KPLP dan KSOP menjadi kunci dalam memastikan seluruh aktivitas pelayaran, termasuk di pelabuhan tradisional, berjalan aman, tertib, dan terkendali, khususnya pada masa arus balik Lebaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa kehadiran KPLP merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi masyarakat di wilayah perairan.
“Pelabuhan Pulau Sebesi – Kalianda merupakan jalur vital bagi masyarakat. KPLP hadir tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi serta pendampingan langsung agar setiap perjalanan berlangsung aman hingga sampai tujuan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa KPLP mengedepankan pendekatan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara di laut. Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama, dan KPLP hadir untuk memastikan setiap perjalanan selamat hingga tujuan,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, kondisi perairan Sebesi – Kalianda terpantau aman, lancar, dan kondusif, dengan cuaca cerah berawan serta tidak ditemukan kejadian menonjol.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir secara aktif hingga ke pelabuhan-pelabuhan tradisional yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat pesisir—tidak hanya mengawasi, tetapi juga melayani dan melindungi.
Sebagai informasi, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang memiliki tugas dalam penegakan hukum di laut, pengawasan keselamatan pelayaran, penanggulangan pencemaran laut, serta bantuan SAR di wilayah perairan Indonesia.(ahmad)































