Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

ANJUNGAN

ASDP: Puncak Arus Balik Kedua dari Sumatera Diprediksi Akhir Pekan ini

badge-check


 Penumpang ASDP Perbesar

Penumpang ASDP

Wartatrans.com, BAKAUHENI – Arus balik Lebaran dari Sumatera menuju Jawa melalui penyeberangan memasuki fase krusial.

Setelah sempat melandai di awal periode, pergerakan kini kembali menguat, dengan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, hingga saat ini sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa, sehingga tekanan arus diprediksi akan terus meningkat, terutama pada puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyebut, kondisi ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik, di mana pergerakan yang sempat tersebar kini mulai terkonsentrasi kembali.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu (28/3) dan Ahad (29/3/2026),” tutur Heru.

Berdasarkan data operasional, total penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22 Maret hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+4) mencapai 444.223 orang atau sekitar 49 persen dari total penumpang saat arus mudik sebesar 898.864 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 118.297 unit atau 49 persen dari total kendaraan saat mudik sebanyak 239.920 unit.

Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.

Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis.

Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan.

Beli Tiket via Ferizy Lebih Awal

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, stimulus tarif juga dihadirkan untuk mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata.

Diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan—setara sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan—diberlakukan pada tujuh lintasan dan 14 pelabuhan selama 12–31 Maret 2026.

Kebijakan ini berlaku bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II layanan express. Selain itu, penerapan tarif tunggal di Bakauheni diberlakukan sejak 23 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk kendaraan golongan I hingga VIA.

“Untuk perjalanan yang lebih lancar, masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy yang tersedia hingga H-60, menghindari calo, serta datang sesuai jadwal keberangkatan,” ujar Windy.

Kinerja penyeberangan juga mencerminkan tekanan trafik yang terus meningkat. Berdasarkan data Posko Bakauheni hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 878.773 orang atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 208.688 unit atau meningkat 21,8 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.121.851 penumpang atau naik 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 289.623 unit atau tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan strategi operasional yang adaptif dan penguatan koordinasi lintas stakeholder, ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola secara terukur. Fokus utama tetap pada menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa di tengah peningkatan trafik menuju puncak arus balik. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Pascagempa NTT, Kemenhub Pastikan  Kondisi Infrastruktur Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pascagempa Flores, ASDP Perkuat Keselamatan Kapal dan Pelabuhan

15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional

15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Pascagempa di NTT, Menhub Dudy Pastikan Keselamatan dan Kelancaran Operasional Transportasi dan Sarpras

15 Agustus 2026 - 12:05 WIB

KM Bunda Maria Kandas di Perairan Paceda, Seluruh Penumpang Selamat dan Berhasil Dievakuasi

15 Agustus 2026 - 08:02 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN