Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

ANJUNGAN

ASDP: Puncak Arus Balik Kedua dari Sumatera Diprediksi Akhir Pekan ini

badge-check


 Penumpang ASDP Perbesar

Penumpang ASDP

Wartatrans.com, BAKAUHENI – Arus balik Lebaran dari Sumatera menuju Jawa melalui penyeberangan memasuki fase krusial.

Setelah sempat melandai di awal periode, pergerakan kini kembali menguat, dengan potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, hingga saat ini sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Jawa, sehingga tekanan arus diprediksi akan terus meningkat, terutama pada puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyebut, kondisi ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik, di mana pergerakan yang sempat tersebar kini mulai terkonsentrasi kembali.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu (28/3) dan Ahad (29/3/2026),” tutur Heru.

Berdasarkan data operasional, total penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22 Maret hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+4) mencapai 444.223 orang atau sekitar 49 persen dari total penumpang saat arus mudik sebesar 898.864 orang.

Sementara itu, total kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 118.297 unit atau 49 persen dari total kendaraan saat mudik sebanyak 239.920 unit.

Dengan masih tersisa sekitar 51 persen pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memperkuat pola operasi yang adaptif, termasuk penerapan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat kepadatan meningkat.

Pengendalian arus kendaraan juga diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis.

Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara di Bakauheni, titik penyangga mencakup Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, untuk memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di pelabuhan.

Beli Tiket via Ferizy Lebih Awal

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menambahkan, stimulus tarif juga dihadirkan untuk mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata.

Diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan—setara sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan—diberlakukan pada tujuh lintasan dan 14 pelabuhan selama 12–31 Maret 2026.

Kebijakan ini berlaku bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II layanan express. Selain itu, penerapan tarif tunggal di Bakauheni diberlakukan sejak 23 Maret hingga 29 Maret 2026 untuk kendaraan golongan I hingga VIA.

“Untuk perjalanan yang lebih lancar, masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy yang tersedia hingga H-60, menghindari calo, serta datang sesuai jadwal keberangkatan,” ujar Windy.

Kinerja penyeberangan juga mencerminkan tekanan trafik yang terus meningkat. Berdasarkan data Posko Bakauheni hingga 26 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 878.773 orang atau naik 15,3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan total kendaraan 208.688 unit atau meningkat 21,8 persen.

Sementara itu, dari Jawa ke Sumatera tercatat 1.121.851 penumpang atau naik 2,9 persen, dengan total kendaraan mencapai 289.623 unit atau tumbuh 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan strategi operasional yang adaptif dan penguatan koordinasi lintas stakeholder, ASDP memastikan lonjakan arus balik dapat dikelola secara terukur. Fokus utama tetap pada menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa di tengah peningkatan trafik menuju puncak arus balik. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di ANJUNGAN