Menu

Mode Gelap
Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ Citilink Buka 2 Rute Baru Menuju Sumatera via Bandara Halim Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026 Tiga Titik Genangan Air di Jalur KA Daop 4 Semarang, KAI Lakukan Penyesuaian Perjalanan KAI Layani 622 Ribu Pelanggan dalam Tiga Hari Awal Libur Panjang Imlek 2026 KAI Services Latih Prama Prami Tingkatkan Pelayanan dan Penjualan Jelang Angkutan Lebaran

Uncategorized

Literasi, Seni, dan Inklusivitas: Halimah Munawir Hadirkan Energi Pemberdayaan Perempuan

badge-check


 Literasi, Seni, dan Inklusivitas: Halimah Munawir Hadirkan Energi Pemberdayaan Perempuan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Tokoh budayawati sekaligus penulis Indonesia, Halimah Munawir, menghadirkan energi positif dalam sebuah acara literasi dan seni yang menekankan pemberdayaan perempuan serta inklusivitas, Senin (05/01/2026).

Kehadiran perempuan yang akrab disapa Bunda Halimah itu tidak semata sebagai narasumber, melainkan sebagai wujud dedikasi panjangnya dalam merawat nilai kemanusiaan melalui kata dan karya.

Acara ini menempatkan literasi sebagai medium utama perjuangan perempuan. Melalui sesi bedah buku dan pemberian penghargaan, panitia mengapresiasi karya-karya tulis sekaligus dedikasi ibu-ibu di Jakarta yang konsisten berkontribusi di ruang keluarga dan sosial. Bagi Halimah, menulis bukan sekadar aktivitas estetik, tetapi jalan sunyi membangun kesadaran dan keberdayaan.

Halimah Munawir, perempuan yang menginspirasi.

Sorotan lain hadir lewat fashion show inklusif yang menampilkan anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang Down Syndrome. Dengan langkah percaya diri di atas runway, mereka menyuguhkan pesan kuat tentang kesetaraan, keberanian, dan penerimaan. Momen ini menjadi penegasan bahwa ruang publik semestinya ramah bagi semua.

Dalam sesi edukasi dan motivasi, Halimah menekankan peran ibu sebagai pendidik pertama dan utama. Perspektifnya sebagai penulis sekaligus ibu memberi penekanan khusus pada pentingnya pendampingan anak-anak spesial agar tumbuh mandiri dan memperoleh kesempatan yang setara.

“Setiap perempuan punya cerita untuk ditulis, dan setiap anak punya potensi untuk digali. Mari terus menginspirasi,” ujar Halimah.

Melalui literasi, seni, dan keberpihakan pada inklusivitas, acara ini menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan dan pemenuhan hak anak bukan sekadar wacana, melainkan praktik yang perlu terus dihidupkan.**” (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

16 Februari 2026 - 09:22 WIB

Catatan Halimah Munawir: Dari Obrolan Ringan ke Perpustakaan Alexandria

15 Februari 2026 - 23:57 WIB

Trending di Uncategorized