Menu

Mode Gelap
Upaya Pencegahan Narkotika, Citilink dan BNN Perkuat Sinergi Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 27,82 Persen, Siap Layani Mobilitas Lebaran 2026 di Indonesia Timur KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Ketentuan Pembatalan dan Reschedule Tiket Jelang Mudik Lebaran Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah Masuki Hari Ketiga, Operasional Bandara Soetta Stabil Rakor Lintas Sektor, Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan Angkutan Lebaran Penjualan Tiket Lebaran 2026 Tembus 2 Juta, Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Favorit

PERON

Menyalagunakan Data Penumpang, Oknum Karyawan KAI Services Diberi Sanksi Tegas

badge-check


 Menyalagunakan Data Penumpang, Oknum Karyawan KAI Services Diberi Sanksi Tegas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pihak PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden penyalahgunaan data nomor telepon pribadi milik salah satu penumpang kereta api yang dilakukan oleh oknum karyawan KAI Services.

​Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait adanya oknum karyawan yang menghubungi penumpang melalui nomor pribadi tanpa izin, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan kode etik perusahaan.

​”Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan kami sudah menghubungi penumpang tersebut untuk meminta maaf. Tindakan oknum tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan dan merupakan pelanggaran privasi yang tidak dapat kami toleransi,” ujar Nyoman Suardhita pada Kamis (8/1/2025).

​Langkah tegas perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam menjaga kepercayaan pelanggan, KAI Services telah mengambil langkah-langkah Sanksi Disiplin.

“Manajemen telah memanggil oknum karyawan yang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksi tegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera,” ujar Nyoman.

​Nyoman juga menuturkan, pihaknya juga sudah menyampaikan permohonan maaf Langsung. Perusahaan telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak korban untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta memastikan langkah-langkah penyelesaian yang diperlukan.

​Nyoman menyatakan, KAI Services juga sudah melakukan evaluasi Internal dan menyeluruh terhadap sistem akses data operasional dan memberikan edukasi kembali kepada seluruh personil frontliner mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Nyoman Suardhita menambahkan bahwa perlindungan terhadap data pribadi pelanggan adalah prioritas utama.

“Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan demi perbaikan layanan kami,” tutupnya.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelanggan KA Makassar–Parepare Tumbuh 27,82 Persen, Siap Layani Mobilitas Lebaran 2026 di Indonesia Timur

2 Maret 2026 - 22:46 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Ketentuan Pembatalan dan Reschedule Tiket Jelang Mudik Lebaran

2 Maret 2026 - 22:21 WIB

Rakor Lintas Sektor, Samakan Persepsi dan Perkuat Kesiapsiagaan Angkutan Lebaran

2 Maret 2026 - 22:05 WIB

Penjualan Tiket Lebaran 2026 Tembus 2 Juta, Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Favorit

2 Maret 2026 - 22:00 WIB

Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Khusus Berbuka Puasa Selama Ramadan

2 Maret 2026 - 16:16 WIB

574 Ribu Tiket Lebaran 2026 Terjual dari Gambir dan Pasar Senen, 86 Ribu Kursi Masih Tersedia

2 Maret 2026 - 15:11 WIB

Menko PMK: Keselamatan Pemudik Prioritas Utama

2 Maret 2026 - 14:18 WIB

KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Solusi Perjalanan Fleksibel untuk Personal dan Korporasi

2 Maret 2026 - 12:14 WIB

Ingin Mudik Motor Gratis? DJKA Buka Pendaftaran Mulai Hari ini

1 Maret 2026 - 15:32 WIB

564 Ribu Tiket Angkutan Lebaran 2026 dari Daop 1 Jakarta Terjual, 89 Ribu Kursi Pra-Lebaran Masih Tersedia

1 Maret 2026 - 14:55 WIB

Penumpang KA ramai di Stasiun Pasar Senen.
Trending di PERON