Menu

Mode Gelap
Gibran Datang dan Untuk Menghormati Agama Lain, Puncak Acara Imlek di Semarang Dimajukan SBY Art Community Sukses Menggelar Road Show Seni di Tiga Kota Jawa KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Sapa Pelanggan dan Souvenir Sambut Imlek 2577 Kongzili Meugang, Amanah dan Ujian di Hadapan Allah Air Bersih Akhirnya Mengalir di Pengungsian Wih Jamat Menhub Dudy dan Gubernur Jabar Koordinasi Pengawasan Titik Rawan Libur Mudik Lebaran

Uncategorized

Meugang, Amanah dan Ujian di Hadapan Allah

badge-check


 Meugang, Amanah dan Ujian di Hadapan Allah Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Menjelang datangnya Ramadhan 1447 H, Allah kembali menguji sekaligus memuliakan masyarakat Aceh Tengah. Di tengah luka banjir bandang dan tanah longsor yang belum sepenuhnya pulih, hadir kabar bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima alokasi dana Rp8,05 miliar untuk penyediaan daging meugang.

Dana tersebut merupakan bagian dari bantuan Rp72,75 miliar untuk 19 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini menjadi wasilah agar tradisi meugang tetap hidup, agar dapur-dapur rakyat tetap mengepul, dan agar anak-anak yatim serta orang tua jompo ikut merasakan kebahagiaan menyambut bulan suci.

Usai salat Subuh di Masjid Agung Ruhama, pemerintah daerah bermusyawarah bersama DPRK, OPD, camat, serta unsur masyarakat. Ini bukan sekadar rapat, tetapi ikhtiar agar amanah tersalurkan dengan adil dan tepat sasaran kepada 167 kampung yang terdampak.

Meugang bukan hanya tentang daging. Ia adalah simbol syukur, persaudaraan, dan kasih sayang. Dalam setiap potongan daging yang dibagikan, ada doa para ibu, ada harapan anak-anak, dan ada senyum para dhuafa.

Namun di balik itu semua, ada amanah besar yang dipikul. Setiap rupiah yang turun bukan hanya angka dalam laporan, melainkan hak rakyat yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Ramadhan adalah bulan pembersih jiwa. Jangan sampai tangan yang seharusnya menyalurkan rezeki justru mengurangi hak saudara sendiri. Jangan sampai tradisi suci ternodai oleh kepentingan pribadi.

Semoga para pemimpin dan pelaksana amanah diberi kekuatan untuk berlaku jujur dan adil. Karena sesungguhnya jabatan adalah titipan, dan dunia hanyalah persinggahan. Di yaumil kiamah nanti, bukan jabatan yang menyelamatkan, tetapi kejujuran dan amanah yang kita jaga.

Semoga meugang tahun ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan hati dan menguatkan iman masyarakat Aceh Tengah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SBY Art Community Sukses Menggelar Road Show Seni di Tiga Kota Jawa

15 Februari 2026 - 06:59 WIB

Air Bersih Akhirnya Mengalir di Pengungsian Wih Jamat

14 Februari 2026 - 20:21 WIB

Cloudy Rilis Ulang “Arti Cinta” Milik Ari Lasso, Satukan Rasa Lintas Generasi

14 Februari 2026 - 18:24 WIB

Audio The Icon Indonesia Hadir  Di Jakarta, Ardhito Pramono Jadi Juri Di Entek City

14 Februari 2026 - 10:45 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Desak Penyaluran Daging Meugang Presiden Merata dan Tepat Sasaran

14 Februari 2026 - 00:14 WIB

Trending di RAGAM