Wartatrans.com, TAKENGON — Menjelang datangnya Ramadhan 1447 H, Allah kembali menguji sekaligus memuliakan masyarakat Aceh Tengah. Di tengah luka banjir bandang dan tanah longsor yang belum sepenuhnya pulih, hadir kabar bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima alokasi dana Rp8,05 miliar untuk penyediaan daging meugang.
Dana tersebut merupakan bagian dari bantuan Rp72,75 miliar untuk 19 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh. Bantuan ini menjadi wasilah agar tradisi meugang tetap hidup, agar dapur-dapur rakyat tetap mengepul, dan agar anak-anak yatim serta orang tua jompo ikut merasakan kebahagiaan menyambut bulan suci.

Usai salat Subuh di Masjid Agung Ruhama, pemerintah daerah bermusyawarah bersama DPRK, OPD, camat, serta unsur masyarakat. Ini bukan sekadar rapat, tetapi ikhtiar agar amanah tersalurkan dengan adil dan tepat sasaran kepada 167 kampung yang terdampak.
Meugang bukan hanya tentang daging. Ia adalah simbol syukur, persaudaraan, dan kasih sayang. Dalam setiap potongan daging yang dibagikan, ada doa para ibu, ada harapan anak-anak, dan ada senyum para dhuafa.
Namun di balik itu semua, ada amanah besar yang dipikul. Setiap rupiah yang turun bukan hanya angka dalam laporan, melainkan hak rakyat yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Ramadhan adalah bulan pembersih jiwa. Jangan sampai tangan yang seharusnya menyalurkan rezeki justru mengurangi hak saudara sendiri. Jangan sampai tradisi suci ternodai oleh kepentingan pribadi.
Semoga para pemimpin dan pelaksana amanah diberi kekuatan untuk berlaku jujur dan adil. Karena sesungguhnya jabatan adalah titipan, dan dunia hanyalah persinggahan. Di yaumil kiamah nanti, bukan jabatan yang menyelamatkan, tetapi kejujuran dan amanah yang kita jaga.
Semoga meugang tahun ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menenangkan hati dan menguatkan iman masyarakat Aceh Tengah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.*** (Kamaruzzaman)




















