Menu

Mode Gelap
EAZI Percepat Layanan Logistik Nasional, Terminal Teluk Lamong Sabet Radar Surabaya Awards 2026 Sertifikat Laik Fungsi Jembatan Musi V Terbit, Tol Palembang–Betung Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026 Salman Yoga Akan Baca Puisi Bahasa Gayo pada Peluncuran Antologi “Bahasa Ibu, Bahasa Darahku” di TIM Jakarta Salman Yoga S, Penyair Gayo yang Membawa Bahasa Ibu ke Panggung Sastra Nusantara Pemerhati Sosial Politik Ingatkan UUPA Jangan Jadi Karpet Merah bagi Pemodal Tambang Di Aceh Komisi III DPRD Sulteng Akan Turun ke PT CPM, Tiga Persoalan Jadi Sorotan

EKOBIS

Mualem Dorong Gas Blok Andaman Tak Hanya Diekspor, KEK Arun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Energi Aceh

badge-check


 Mualem Dorong Gas Blok Andaman Tak Hanya Diekspor, KEK Arun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Energi Aceh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mendorong agar potensi gas dari Blok Andaman tidak berhenti pada kegiatan eksplorasi dan produksi, tetapi dikembangkan menjadi industri hilir yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Aceh.

Dorongan tersebut disampaikan Mualem kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, dalam pertemuan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu membahas peluang investasi dan pengembangan hilirisasi energi di Aceh, termasuk potensi gas dari Blok Andaman yang salah satunya dikelola Mubadala Energy.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan Mualem secara khusus meminta perhatian terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe agar dapat menjadi salah satu pusat pengolahan dan pengembangan industri berbasis energi.

“Mualem menekankan pentingnya pengembangan industri hilir atas sumber daya gas yang dihasilkan dari Blok Andaman, termasuk yang dikelola oleh Mubadala Energy,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (30/7).

Menurut Nurlis, Pemerintah Aceh menghormati kebijakan Pemerintah Pusat terkait pengelolaan sumber daya alam. Namun, sebagai daerah penghasil, Aceh berharap pengelolaan sumber daya tersebut juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.

Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi salah satu jalan untuk memastikan sumber daya energi tidak hanya menghasilkan pendapatan dari sisi produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong tumbuhnya industri baru di Aceh.

“Hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya industri berbasis gas, serta meningkatkan daya saing perekonomian Aceh secara berkelanjutan,” ujar Nurlis.

Mualem juga menekankan pentingnya menciptakan pola investasi yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Dengan adanya industri hilir, perusahaan memperoleh keuntungan, pemerintah pusat mendapatkan penerimaan, sementara Aceh memperoleh manfaat ekonomi melalui investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan sektor-sektor pendukung.

“Prinsipnya sama-sama senang. Perusahaan dapat laba, pemerintah pusat ada pemasukan, pemerintah Aceh dapat untung, dan terjadi dampak pada semua sektor ekonomi yang mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Nurlis.

Pertemuan dengan Hashim tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam mengoptimalkan potensi energi Aceh.

Keduanya sepakat memperkuat sinergi untuk mendorong investasi berkelanjutan, hilirisasi industri, serta pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Aceh, kata Nurlis, juga menyatakan komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan dukungan kebijakan dan investasi yang tepat, KEK Arun Lhokseumawe diharapkan dapat kembali memainkan peran strategis sebagai kawasan industri berbasis energi sekaligus menjadi penggerak ekonomi Aceh.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Mulai Babak Baru Transformasi, ASDP Siap Go Live Sterilisasi 6 Pelabuhan

2 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

2 Agustus 2026 - 12:38 WIB

Pulomas Tower bakal Terintegrasi dengan LRT Jakarta

2 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kinerja Positif Semester I 2026, Laba Bersih FIF Rp2,37 Triliun

1 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Atomy Indonesia Perkuat Budaya Berbagi, hingga Juli, Salurkan Donasi Rp200 Juta

1 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Tak Hanya Karet, PTPN I kini Perkuat Pemasaran Produk Retail

1 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Coretax

1 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Semester II-2026 jadi Momentum Perbaikan Menguat, HIS Jaga Arus Kas Operasi

31 Juli 2026 - 16:14 WIB

Jejak Dinamika KUD Kental, Bayangi Ambisi 80 Ribu Koperasi Merah Putih

31 Juli 2026 - 14:37 WIB

Redaksi Wartatrans Jadi Ruang Silaturahmi AMAPI, Bahas Potensi Investasi Aceh

31 Juli 2026 - 12:23 WIB

Trending di EKOBIS