Menu

Mode Gelap
KAI Daop 7 Madiun dan Kejari Blitar Teken MoU Penanganan Hukum Perdata dan TUN Update KA Mudik: Penjualan Tiket Tembus 2,1 Juta, Okupansi Capai 47,1 Persen IPC TPK Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat 1.600 Paket Takjil Gratis untuk TKBM dan Pengguna Jasa Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun  Pemain “Istiqomah Cinta” Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan Begini Strategi J&T Cargo Siapkan Layanan di Ramadhan

RAGAM

NU dan Muhammadiyah Bersatu dalam Pementasan Seni Budaya “Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno)” di Jakarta

badge-check


 NU dan Muhammadiyah Bersatu dalam Pementasan Seni Budaya “Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno)” di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia seni dan budaya Islam akan segera hadir di Jakarta. Dua organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, resmi berkolaborasi dalam aktivitas seni budaya sebagai medium syiar Islam melalui pementasan teater kebangsaan.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam pementasan Sandiwara Kebangsaan berjudul “PUTRA SANG PENCERAH (Episode Soekarno)”, sebuah karya monumental yang mengangkat sosok Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dari perspektif kebangsaan dan nilai-nilai Islam.

Imam Sulewardho, sang sutradara pementasan.

Pementasan ini merupakan karya ke-119 dari seniman dan budayawan Imam Sulewardho, yang direncanakan tampil pada bulan Juni mendatang. Lokasi pementasan direncanakan berlangsung di panggung prestisius seperti Istora Senayan atau Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Kerja besar ini digagas melalui sinergi Jakarta Islamic Center (JIC) dan Lembaga Seni Budaya (LSB) Muhammadiyah, yang bergandeng tangan untuk menghadirkan dakwah Islam yang sejuk, inklusif, dan membumi melalui medium seni pertunjukan.

Adapun proses latihan akan dimulai pada akhir April 2026, bertempat di Gedung Ir. Juanda lantai 5, PWM DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat.

Pementasan ini disutradarai oleh Imam Sulewardho, dengan pendekatan artistik yang menggabungkan nilai sejarah, spiritualitas, dan kebangsaan dalam satu panggung kolaboratif lintas organisasi.

Panitia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mendukung dan terlibat dalam pementasan ini. Ajakan terbuka disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat—seniman, relawan, maupun pecinta seni budaya—untuk turut menyukseskan pementasan tersebut.

“Monggo sederek sedoyo, cing, cang, mpok, abang, nyak, babe, gabung yuk untuk menyukseskan pementasan Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno),” demikian ajakan dari penggagas kegiatan.

Kolaborasi NU dan Muhammadiyah dalam ranah seni budaya ini diharapkan menjadi tonggak baru persatuan umat serta bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan dakwah dan kebangsaan yang kuat di tengah keberagaman Indonesia.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPC TPK Hadirkan Kepedulian Ramadan Lewat 1.600 Paket Takjil Gratis untuk TKBM dan Pengguna Jasa

4 Maret 2026 - 21:40 WIB

Tahun 2025, FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun 

4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Pemain “Istiqomah Cinta” Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Panti Asuhan

4 Maret 2026 - 21:24 WIB

STIP Mantapkan Langkah jadi World Class Maritime Institute

4 Maret 2026 - 17:20 WIB

Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

4 Maret 2026 - 14:22 WIB

IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group  

4 Maret 2026 - 11:33 WIB

Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis

4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim

4 Maret 2026 - 11:09 WIB

2,7 Juta Pemudik Diproyeksikan Gunakan DAMRI, Tiket Mudik Lebaran Mulai Ramai Dipesan

3 Maret 2026 - 23:38 WIB

Raker 2026: Langkah Strategis PT Terminal Teluk Lamong Dorong Kolaborasi dan Inovasi

3 Maret 2026 - 22:46 WIB

Trending di ANJUNGAN