Menu

Mode Gelap
KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

RAGAM

NU dan Muhammadiyah Bersatu dalam Pementasan Seni Budaya “Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno)” di Jakarta

badge-check


 NU dan Muhammadiyah Bersatu dalam Pementasan Seni Budaya “Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno)” di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sebuah peristiwa bersejarah dalam dunia seni dan budaya Islam akan segera hadir di Jakarta. Dua organisasi Islam terbesar di dunia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, resmi berkolaborasi dalam aktivitas seni budaya sebagai medium syiar Islam melalui pementasan teater kebangsaan.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam pementasan Sandiwara Kebangsaan berjudul “PUTRA SANG PENCERAH (Episode Soekarno)”, sebuah karya monumental yang mengangkat sosok Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dari perspektif kebangsaan dan nilai-nilai Islam.

Imam Sulewardho, sang sutradara pementasan.

Pementasan ini merupakan karya ke-119 dari seniman dan budayawan Imam Sulewardho, yang direncanakan tampil pada bulan Juni mendatang. Lokasi pementasan direncanakan berlangsung di panggung prestisius seperti Istora Senayan atau Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Kerja besar ini digagas melalui sinergi Jakarta Islamic Center (JIC) dan Lembaga Seni Budaya (LSB) Muhammadiyah, yang bergandeng tangan untuk menghadirkan dakwah Islam yang sejuk, inklusif, dan membumi melalui medium seni pertunjukan.

Adapun proses latihan akan dimulai pada akhir April 2026, bertempat di Gedung Ir. Juanda lantai 5, PWM DKI Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 49, Jakarta Pusat.

Pementasan ini disutradarai oleh Imam Sulewardho, dengan pendekatan artistik yang menggabungkan nilai sejarah, spiritualitas, dan kebangsaan dalam satu panggung kolaboratif lintas organisasi.

Panitia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mendukung dan terlibat dalam pementasan ini. Ajakan terbuka disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat—seniman, relawan, maupun pecinta seni budaya—untuk turut menyukseskan pementasan tersebut.

“Monggo sederek sedoyo, cing, cang, mpok, abang, nyak, babe, gabung yuk untuk menyukseskan pementasan Putra Sang Pencerah (Episode Soekarno),” demikian ajakan dari penggagas kegiatan.

Kolaborasi NU dan Muhammadiyah dalam ranah seni budaya ini diharapkan menjadi tonggak baru persatuan umat serta bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan dakwah dan kebangsaan yang kuat di tengah keberagaman Indonesia.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

6 Mei 2026 - 02:35 WIB

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

4 Mei 2026 - 23:46 WIB

Dunia Hiburan Aceh Berduka Bang Tompul Telah Tiada

4 Mei 2026 - 23:38 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Audisi D’Academy 8 di Balikpapan Diserbu Peserta, Fildan dan Valen DA7 Suntikkan Semangat

4 Mei 2026 - 13:28 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

Trending di RAGAM