Menu

Mode Gelap
Pelindo Dukung Percepatan Sekolah Rakyat Sulsel, Target Rampung Juni 2026 Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman Respon Cepat Pengaduan Layanan Polri 110, Polisi Datangi Mess ABK di Muara Angke Jakut Kemenhub Dorong Penerapan PWMP untuk Pengelolaan Sampah di Laut Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499 INACA Minta Revisi Fuel Surcharge dan TBA Disesuaikan Kenaikan Avtur juga Kurs USD

RAGAM

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

badge-check


 Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026 Perbesar

Wartatrans. Lcom, BANDA ACEH — Gelombang aspirasi masyarakat kembali mengemuka di jantung ibu kota provinsi. Kawasan Gedung Gubernur Aceh dipadati ratusan massa aksi, Senin (4/5/2026).

Sejak siang hari, mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat berkumpul, membawa satu tuntutan yang sama: mendesak Pemerintah Aceh mencabut Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh.

Aksi yang digelar oleh Aliansi Rakyat Aceh ini berlangsung dengan penuh semangat. Massa datang secara berkelompok, membawa spanduk, poster tuntutan, serta pengeras suara yang terus menggema sepanjang aksi berlangsung.

Di bawah terik matahari, para orator silih berganti menyampaikan aspirasi. Dengan nada tegas, mereka menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

“Pergub ini harus dicabut. Pemerintah harus mendengar suara rakyat,” teriak salah satu orator, disambut sorakan peserta aksi lainnya.

Tidak hanya mahasiswa, aksi ini juga diikuti oleh masyarakat umum yang turut menyampaikan kegelisahan mereka terhadap kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada layanan kesehatan di Aceh. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa isu yang diangkat memiliki resonansi luas di tengah masyarakat.

Sementara itu, aparat kepolisian tampak bersiaga di sejumlah titik strategis di sekitar lokasi. Pengamanan dilakukan secara terbuka dengan pendekatan persuasif guna memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif. Selain menjaga keamanan, petugas juga mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kepadatan akibat konsentrasi massa di kawasan tersebut.

Meski berlangsung dalam tensi yang cukup tinggi, aksi tetap berjalan damai. Massa menyampaikan aspirasi dengan tertib, tanpa tindakan anarkis.

Koordinator lapangan juga terlihat aktif mengingatkan peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi.

Seiring berjalannya waktu, massa memilih bertahan hingga sore hari. Mereka menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh atas tuntutan yang disampaikan.

Hingga aksi berakhir, belum ada pernyataan langsung dari pihak pemerintah di lokasi.

Aksi ini menjadi potret nyata dinamika demokrasi di Aceh, di mana masyarakat menggunakan ruang publik sebagai sarana untuk menyuarakan aspirasi. Demonstrasi yang berlangsung menunjukkan bahwa kesadaran politik dan partisipasi publik terus tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.

Di sisi lain, tuntutan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 juga membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Diharapkan, aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan, terutama yang menyangkut kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan.

Gelombang suara dari depan Gedung Gubernur Aceh hari itu bukan sekadar aksi, tetapi juga cerminan harapan masyarakat akan kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada rakyat.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

May Day dan Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

4 Mei 2026 - 09:03 WIB

Halimah Munawir Luncurkan Podcast, Ruang Baru untuk Gagasan Lintas Bidang

3 Mei 2026 - 22:48 WIB

Halimah Munawir Apresiasi Kirab Mahkota Binokasih 2026: Warisan Leluhur Harus Dihidupkan Kembali

3 Mei 2026 - 22:40 WIB

Aceh melawan lupa luka simpang KKA belum sembuh

3 Mei 2026 - 18:49 WIB

Trending di PERISTIWA