Menu ✖

Mode Gelap
Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Kapolri Sidik 98 Kasus Korporasi Diduga Bakar Hutan, Pemilik Perusahaan hingga Pemegang Saham Terancam Dijerat Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

RAGAM

Aceh melawan lupa luka simpang KKA belum sembuh

badge-check


 Aceh melawan lupa luka simpang KKA belum sembuh Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA — Hari ini 22 tahun lalu, tragedi pembantaian warga sipil Aceh terjadi di Simpang KKA Aceh Utara. Kejadian mengerikan itu pada siang, tanggal 3 Mei tahun 1999, yang mengakibatkan paling sedikit 39 warga sipil tewas.

Korban itu termasuk seorang anak berusia 7 tahun. Lainnya, 156 warga sipil mengalami luka tembak, bahkan mengalami cacat di tubuhnya. Korban lainnya 10 orang hilang, tidak diketahui kemana rimbanya. Bisa jadi diambil oleh aparat lalu dihilangkan.

Ini karena pihak keluarga sudah mencari kemana mereka dan tidak pulang ke rumah pasca kejadian di Simpang KKA itu. Pihak yang mendata kejadian ini adalah sumbernya LSM Kontras atau Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Cabang Aceh. Kronologis kejadian bahkan hingga video penembakan warga sipil tanpa senjata pun terdokumentasi dengan sangat jelas. Bahkan terbukti penembakan terhadap rakyat sipil Aceh itu bukan dengan peluru karet, melainkan dengan peluru senjata tempur.

Kebetulan sekali ada wartawan yang mendokumentasikannya. Anda bisa melihat di Youtube dengan hanya mengetik tulisan Tragedi Pembantaian Simpang KKA.

Selain video, ada juga tulisan di surat kabar yang gempar menulis berita yang sangat keji itu. Bagaimana tidak warga sipil tanpa senjata api yang tidak berdaya ditembak membabi buta. Mayat bergelimpangan di jalan dan ada korban yang berdarah-darah tergeletak di jalan berusaha merayap untuk menghindar dari desingan peluru aparat militer TNI. Pelaku dan komandan serdadu saat kejadian itu sudah diketahui, bahkan untuk kasus mengerikan itu, Komnas HAM telah membentuk tim ad hoc.

Setelah selesai menyelidikinya hingga mengeluarkan keterangan pers pada tanggal 22 Juni tahun 2016, akhirnya terdapat bukti pelanggaran HAM sangat berat terjadi pada peristiwa KKA di Aceh Utara tanggal 3 Mei tahun 1999 lalu itu. Bentuk perbuatan dan pola kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi dalam peristiwa simpang KKA adalah pembunuhan murni penduduk sipil yang tewas ditembak aparat TNI.

Begitu juga penganiayaan terhadap warga sekitar lokasi di simpang KKA. Terdapat sejumlah nama yang diduga terlibat sebagai pelaku dan penanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Namun anehnya sampai detik ini belum ada pelaku yang ditangkap dan diadili atas peristiwa biadab tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tindakan impunitas atau kebal hukum adalah tindakan sangat saling.

Seperti tidak ada rasa peri kemanusiaan dan sangat mudah dilupakan dengan alasan kejadian itu sudah lama berlalu. Sebenarnya memang tidak ada keinginan untuk menegakkan hukum.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo

19 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

BKKP Kemenhub Catat Berbagai Prestasi Strategis

19 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tak Lagi Menunggu Warga Datang, Disdukcapil Kabupaten Bogor Jemput Bola Layani Masyarakat

19 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Sungai Cileungsi Kembali Menghitam, H. Fikri Hudi Oktiarwan Minta DLH Kabupaten Bogor Segera Selidiki Dugaan Pencemaran

19 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Trending di RAGAM