Menu

Mode Gelap
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah Divre III Palembang Hadirkan Rangkaian Kereta Ekonomi Premium pada KA Rajabasa, Perjalanan Kini Semakin Nyaman Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung Tahun Ini Asia Babak Belur, FIFA Masih Pertimbangkan Kuota 12 Tiket untuk Piala Dunia 2030

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Pemberontakan Sunyi Ki Hajar Dewantara Melalui Pendidikan

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Pemberontakan Sunyi Ki Hajar Dewantara Melalui Pendidikan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Tanggal 2 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Namun, lebih dari sekadar seremoni, tanggal ini sesungguhnya mengingatkan kita pada sebuah “pemberontakan” yang tak biasa—pemberontakan melalui jalan pendidikan yang digagas oleh .

Tokoh yang lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dengan nama ini menunjukkan bahwa perlawanan terhadap penjajahan tidak selalu harus dilakukan dengan senjata. Di tengah kuatnya dominasi kolonial Belanda, ia memilih jalur pendidikan sebagai alat perjuangan. Baginya, membebaskan bangsa dari kebodohan adalah bentuk kemerdekaan yang hakiki.

Pada masa itu, akses pendidikan sangat terbatas bagi kaum pribumi. Sekolah-sekolah hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, sementara rakyat jelata dipandang tidak layak mengenyam pendidikan tinggi. Kondisi inilah yang mendorong Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan pada 3 Juli 1922—sebuah langkah berani yang dapat dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan sistem pendidikan kolonial.

Melalui Taman Siswa, ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak-anak bangsa untuk belajar. Ia menanamkan gagasan bahwa pendidikan adalah hak semua orang. Filosofinya sederhana namun mendalam: setiap orang bisa menjadi guru, dan setiap rumah bisa menjadi sekolah. Pendidikan tidak lagi eksklusif, melainkan menjadi gerakan bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Salah satu warisan pemikirannya yang terus hidup hingga kini adalah semboyan , yang berarti “dari belakang memberi dorongan.” Semboyan ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang humanis—guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memberi semangat agar peserta didik berkembang secara mandiri.

Menariknya, sebagai seorang bangsawan yang menyandang gelar “Raden Mas”, ia justru memilih menanggalkan identitas kebangsawanannya. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia ingin lebih dekat dengan rakyat, tanpa sekat sosial yang menghalangi. Nama “Ki Hajar Dewantara” yang ia pilih mencerminkan jati dirinya sebagai seorang guru yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa.

Perjalanan hidup Ki Hajar Dewantara menunjukkan bahwa pemberontakan tidak selalu identik dengan kekerasan. Ada pemberontakan yang lahir dari gagasan, dari keberanian melawan ketidakadilan melalui ilmu pengetahuan. Dan hingga hari ini, semangat itu tetap relevan—bahwa pendidikan adalah jalan panjang menuju kemerdekaan yang sesungguhnya.***

Duren Tiga 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Trending di RAGAM