Menu

Mode Gelap
ABS Kembali Dikukuhkan Sebagai Orang Nomor 1 di -DPC PPP Kota Langsa Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar, Si “Ketua RW Viral” yang Peduli Warga 24 Jam dan Siap Jalani Program Gubernur DKI Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah Jakarta-New York: Diplomasi Kota, Transportasi, dan Rp5,2 Triliun Akses Utama Pemkab Fakfak Ditutup Tanpa Alasan Jelas, Pelayanan Publik Dipertanyakan

EKOBIS

Mantap! Nilai Ekspor Industri Tuna Tembus US$ 1 Miliar

badge-check


 Talkshow seputar industri tuna Perbesar

Talkshow seputar industri tuna

Wartatrans.com, JAKARTA – Mantap! Nilai ekspor industri ikan Tuna sepanjang 2025 tembus senilai US$ 1 Miliar.

Ini menandakan bahwa industri Tuna memasuki fase baru transfromasi, tidak lagi sekadar bertumpu pada volume produksi, tapi mulai bergerak menuju industri yang bernilai tambah, menggabungkan keberlanjutan, inovasi, dan pendekatan berbasis pasar.

“Industri tuna Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada volume tangkapan semata. Dengan tekanan terhadap stok yang semakin nyata, kita perlu beralih ke pendekatan berbasis nilai, di mana setiap ikan dimanfaatkan secara optimal,” kelas Indonesia Tuna Consortium Lead Thilma Komaling di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Saat ini kata dia, 40–50% bagian Tuna belum dimanfaatkan secara maksimal, meski memiliki potensi ekonomi tinggi.

Melalui pendekatan 100% utilization, kita dapat meningkatkan nilai tanpa menambah tekanan terhadap sumber daya.

Momentum ini menjadi sorotan dalam Tuna Talks 2026, gelaran Tuna Consortium dalam rangka World Tuna Day yang mengusung tema “From Ocean Science to (Pop) Culture: Reimagining Indonesia’s Tuna Future”,

Menurutnya, forum ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor; mulai dari pemerintah, industri, akademisi, hingga pelaku ekonomi kreatif; untuk membahas arah masa depan industri tuna Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja ekspor tuna Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, dengan pertumbuhan sekitar 7,46% sepanjang 2021–2025.

“Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang menjadi pasar utama dengan komposisi ekspor masing-masing sebesar 19,59%; 16,38%; dan 15,58% dari total nilai ekspor tuna Indonesia sebesar US$ 1,038 miliar pada 2025,” katanya.

Hal ini tentu saja mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.

Produk bernilai tambah seperti Tuna olahan dan fillet kini mendominasi ekspor, menandakan pergeseran dari komoditas mentah menuju produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Dengan nilai ekspor yang telah melampaui US$ 1 miliar pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global,” ujar Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Kementerian Perdagangan Ari Satria.

Seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk seafood berkelanjutan, aspek tata kelola dan transparansi menjadi faktor kunci.

Pemerintah menurutnya, terus memperkuat pengelolaan perikanan Tuna melalui pendekatan berbasis kuota, pengawasan, serta sertifikasi internasional.

“Pemerintah terus memperkuat tata kelola perikanan tuna melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional, guna memastikan keberlanjutan sumber daya sekaligus menjaga daya saing Indonesia di pasar global,” kata Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Abd. Raup.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dan data mulai memainkan peran penting dalam mendukung transformasi industri.

Shinta Yuniarta dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara menyampaikan, inisiatif berbasis digital dan kecerdasan buatan memungkinkan pengumpulan data perikanan yang lebih akurat dan transparan, yang menjadi fondasi penting dalam pengelolaan stok ikan dan peningkatan kepercayaan pasar.

“Pemanfaatan teknologi seperti sistem digital dan artificial intelligence memungkinkan kita mengumpulkan data perikanan secara lebih akurat dan real-time. Ini penting untuk memastikan pengelolaan stok ikan yang berkelanjutan sekaligus mendukung transparansi dalam rantai pasok,” ungkapnya.

Selain penguatan tata kelola dan data, inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan nilai tambah industri.

Pendekatan pemanfaatan menyeluruh (100% utilization) mulai didorong untuk memastikan setiap bagian tuna dapat memberikan nilai ekonomi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kuartal II-2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%

20 September 2026 - 13:18 WIB

Mantap, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk List Teratas Global Michelin Guide

20 September 2026 - 12:50 WIB

Trending di EKOBIS