Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah merampungkan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi ribuan sumber daya manusia (SDM) pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari persiapan operasional program tersebut. Pelatihan berlangsung lebih dari satu bulan di 10 lokasi berbeda dan seluruh peserta dinyatakan lulus.
Peserta diklat terdiri atas Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, serta tenaga Administrasi Keuangan. Selama pelatihan, mereka dibekali berbagai kompetensi, mulai dari kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan kapasitas SDM, hingga manajemen pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan KNMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), I Nyoman Radiarta, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi para peserta untuk menjalankan tugas mengelola KNMP secara profesional, akuntabel, dan inovatif.
“KNMP membutuhkan SDM yang mampu mengelola organisasi secara profesional sekaligus memahami karakteristik masyarakat pesisir dan sektor kelautan serta perikanan,” ujar Nyoman dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (6/8).
Ia berharap para lulusan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Menurut Nyoman, KKP juga akan terus memberikan pendampingan kepada para pengelola KNMP melalui peran penyuluh kelautan dan perikanan serta penyelenggaraan pelatihan lanjutan guna memperkuat kapasitas mereka.
“Kami harap para peserta ini nantinya memperkuat tata kelola koperasi, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta mendukung terwujudnya ekonomi kelautan dan perikanan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui penguatan kapasitas SDM tersebut, KKP menargetkan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.(fahmi)





























