Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL Bupati Pati Nonaktif Sudewo Dituntut 8,5 Tahun Penjara, Bentrok Antar Pendukung Dikecam Warga Semarang Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat

EKOBIS

Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset, BNI Bukukan Kinerja Fundamental yang Solid

badge-check


 Direktur Risk Management BNI David Pirzada  Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena Perbesar

Direktur Risk Management BNI David Pirzada Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan kinerja fundamental yang solid hingga Semester I 2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global.

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan. Seluruh faktor tersebut menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan berkualitas dan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.

“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat,” ujar Putrama, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, strategi tersebut memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di seluruh segmen.

Ia menambahkan, arah pengembangan bisnis BNI juga selaras dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Transformasi Digital dan BRAVE Dongkrak Produktivitas

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu motor utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis BNI.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan. Sementara itu, pada segmen wholesale, pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu dengan volume transaksi meningkat 17 persen menjadi Rp6.039 triliun.

“Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi,” kata Putrama.

Dari sisi jaringan, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.

Menurut Putrama, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang lebih lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” ujarnya.

Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi yang dijalankan secara konsisten, BNI optimistis mampu terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kredit Tumbuh Berkualitas, Pendanaan Tetap Kuat

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi di berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai dari korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer.

Menurut Paolo, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko masing-masing debitur sehingga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio tetap terjaga.

Strategi intermediasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat, dana murah atau current account saving account (CASA) BNI tumbuh 11,2 persen secara tahunan sehingga rasio CASA tetap terjaga di level 65,4 persen.

Pencapaian tersebut turut meningkatkan efisiensi biaya dana. Cost of fund dana pihak ketiga membaik menjadi 2,56 persen dibandingkan 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu.

“Struktur pendanaan yang kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan,” ujar Paolo.

Pendapatan Inti Menguat, Laba Tetap Solid

Penguatan fundamental bisnis juga tercermin dari peningkatan pendapatan inti perseroan. Hingga Semester I 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.

Pertumbuhan yang seimbang dari kedua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi dalam sejarah BNI untuk periode semester pertama.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun.

Paolo mengatakan, penguatan profitabilitas menunjukkan kontribusi bisnis inti BNI yang semakin solid dan berimbang.

“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” tutup Paolo. (omy)

 

Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Dialog Lewat BWL

22 September 2026 - 18:16 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Trending di ANJUNGAN