Menu

Mode Gelap
Mobilitas Perkotaan Penopang Visi Indonesia Emas 2045 Hampir 42 Persen KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Gunakan Kereta New Generation KAI Services Tingkatkan Kompetensi Frontliner Luxury Lounge Lewat Training Basic Hospitality Luncurkan Program Timeless Luxury Experience, Garuda Gandeng Toyota Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset, BNI Bukukan Kinerja Fundamental yang Solid Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

EKOBIS

Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset, BNI Bukukan Kinerja Fundamental yang Solid

badge-check


 Direktur Risk Management BNI David Pirzada  Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena Perbesar

Direktur Risk Management BNI David Pirzada Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan kinerja fundamental yang solid hingga Semester I 2026, di tengah tantangan likuiditas industri perbankan serta dinamika geopolitik dan ekonomi global.

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan kredit yang sehat dan terdiversifikasi, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan. Seluruh faktor tersebut menjadi fondasi BNI dalam menciptakan pertumbuhan berkualitas dan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.

“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat,” ujar Putrama, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, strategi tersebut memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di seluruh segmen.

Ia menambahkan, arah pengembangan bisnis BNI juga selaras dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia yang menitikberatkan pada penguatan fundamental perusahaan, penerapan tata kelola yang profesional, serta penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Transformasi Digital dan BRAVE Dongkrak Produktivitas

Transformasi digital dan penguatan jaringan menjadi salah satu motor utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan bisnis BNI.

Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan. Sementara itu, pada segmen wholesale, pengguna BNIdirect mencapai 280 ribu dengan volume transaksi meningkat 17 persen menjadi Rp6.039 triliun.

“Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan kanal digital BNI oleh nasabah ritel maupun korporasi,” kata Putrama.

Dari sisi jaringan, implementasi BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) kini telah diterapkan di seluruh wilayah operasional BNI. Program ini memperkuat fungsi kantor cabang sebagai pusat penjualan, meningkatkan produktivitas jaringan, sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis di setiap daerah.

Menurut Putrama, transformasi digital dan implementasi BRAVE merupakan bagian dari strategi jangka panjang BNI untuk membangun organisasi yang lebih lincah, memperkuat kapabilitas bisnis, serta menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

“Melalui BRAVE, setiap wilayah dan kantor cabang memiliki peran yang semakin kuat dalam menggali potensi ekonomi lokal serta membangun ekosistem bisnis. Integrasi antara kapabilitas jaringan dan solusi digital diharapkan dapat mempercepat akuisisi, memperluas transaksi, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan nasabah,” ujarnya.

Dengan penguatan strategi bisnis, transformasi organisasi, dan digitalisasi yang dijalankan secara konsisten, BNI optimistis mampu terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kredit Tumbuh Berkualitas, Pendanaan Tetap Kuat

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, hingga akhir Juni 2026, penyaluran kredit BNI tumbuh 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi di berbagai sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai dari korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer.

Menurut Paolo, ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko masing-masing debitur sehingga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio tetap terjaga.

Strategi intermediasi tersebut berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Di tengah persaingan likuiditas yang masih ketat, dana murah atau current account saving account (CASA) BNI tumbuh 11,2 persen secara tahunan sehingga rasio CASA tetap terjaga di level 65,4 persen.

Pencapaian tersebut turut meningkatkan efisiensi biaya dana. Cost of fund dana pihak ketiga membaik menjadi 2,56 persen dibandingkan 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu.

“Struktur pendanaan yang kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk menjaga daya saing sekaligus mendukung pertumbuhan kredit secara berkelanjutan,” ujar Paolo.

Pendapatan Inti Menguat, Laba Tetap Solid

Penguatan fundamental bisnis juga tercermin dari peningkatan pendapatan inti perseroan. Hingga Semester I 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun.

Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun.

Pertumbuhan yang seimbang dari kedua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, tertinggi dalam sejarah BNI untuk periode semester pertama.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp10,8 triliun.

Paolo mengatakan, penguatan profitabilitas menunjukkan kontribusi bisnis inti BNI yang semakin solid dan berimbang.

“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” tutup Paolo. (omy)

 

Baca Lainnya

Luncurkan Program Timeless Luxury Experience, Garuda Gandeng Toyota

5 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Dewan Jabar: Polemik Bisnis Beras Harus Berkeadilan bagi Petani Jawa Barat

4 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik, Pelindo Regional 2 Banten dan APBMI Banten Sepakati Kerja Sama Bongkar Muat di Pelabuhan Ciwandan

4 Agustus 2026 - 20:33 WIB

HIS Rampungkan Misi Kemanusiaan, TB Hasnur 26 Evakuasi 70 Korban KMP Mutiara Sentosa II

4 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Dirut PTPN I: Aset Harus jadi Mesin Pertumbuhan

4 Agustus 2026 - 17:00 WIB

PNM Mekaar Perluas Akses Pemberdayaan Perempuan hingga Wilayah Terpencil

4 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Pelindo Jasa Maritim Lampaui Target, Laba Bersih Semester I 2026 Naik 44 Persen

4 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Trending di ANJUNGAN