Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol 6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD KAI Divre III Palembang Perluas PLTS 40 kWp di Dua Depo Tata Kelola dan Akuntabilitas Patroli Kapal Negara Diperkuat KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api KCIC-Polda Jabar Perkuat Pengamanan Whoosh, 1.773 CCTV Dikerahkan Pantau Operasional

RAGAM

Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol

badge-check


 Anggota DPRD Jawa Barat Dorong Penguatan KWT Srikandi Alamanda sebagai Penggerak Ketahanan Pangan dan Ekonomi Perempuan Jonggol Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Aggota DPRD Provinsi Jawa Barat menghadiri kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Alamanda yang berlangsung di Perumahan Bukit Alamanda Citra Indah City, Jalan Taman Bukit Alamanda No. 03, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Minggu, (20/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi dan melihat langsung aktivitas kelompok perempuan yang bergerak dalam bidang pertanian, ketahanan pangan keluarga, pengolahan hasil pertanian, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PKS Jonggol Ahmad Restu Aji, Ketua RT 01 RW 09 Nurhasyim, Kepala Dusun Singajaya Suhati, serta Ketua KWT Srikandi Alamanda Yanti selaku tuan rumah bersama para anggota kelompok.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Jawa Barat menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan KWT Srikandi Alamanda yang menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk berkontribusi dalam menciptakan kemandirian pangan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Kelompok Wanita Tani memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui kegiatan bercocok tanam, pemanfaatan lahan, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha produktif.

Namun dalam perjalanannya, berbagai tantangan masih dihadapi oleh kelompok tani perempuan, mulai dari penguatan kelembagaan, keterbatasan sarana produksi, akses permodalan, hingga pemasaran produk.

Beberapa persoalan yang sering dihadapi KWT antara lain belum optimalnya administrasi dan manajemen kelompok, keterbatasan lahan, kebutuhan peningkatan pengetahuan teknologi pertanian modern, serta perlunya pendampingan dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Selain itu, aspek pemasaran juga menjadi perhatian penting. Produk-produk yang dihasilkan KWT perlu didorong agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui penguatan kemasan, branding, serta pemanfaatan teknologi digital.

Anggota DPRD Jawa Barat menilai bahwa KWT tidak hanya berperan sebagai kelompok bercocok tanam, tetapi dapat berkembang menjadi lembaga produktif yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Keberadaan KWT harus terus diperkuat agar tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi mampu menjadi wadah pemberdayaan ekonomi perempuan yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Penguatan KWT dapat dilakukan melalui berbagai langkah, seperti pelatihan kewirausahaan, peningkatan kapasitas anggota, pengembangan produk unggulan, penerapan pertanian modern seperti hidroponik dan urban farming, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok perempuan, KWT diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Jonggol.

Kegiatan KWT Srikandi Alamanda ini menjadi bukti bahwa peran perempuan dalam pembangunan daerah sangat penting, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.*** (Dull)

Baca Lainnya

KAI Services Latih 25 Pekerja Tangani Kondisi Darurat di Kereta Api

22 September 2026 - 13:44 WIB

Kebakaran Kontainer di NPCT1 Cepat Dipadamkan, Tidak Ada Korban

22 September 2026 - 12:40 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Pastikan Kelancaran Pasokan Gandum untuk Industri Pangan Nasional

22 September 2026 - 12:28 WIB

KAI Mini Fair di Stasiun Tugu, Loko Food Truck Sajikan Kuliner untuk Teman Perjalanan

22 September 2026 - 12:14 WIB

Akses Pintu Masuk Pemda Fakfak Ditutup Sementara, Pemkab Siapkan Penataan Demi Ketertiban dan Kenyamanan Pelayanan

22 September 2026 - 09:52 WIB

ABS Kembali Dikukuhkan Sebagai Orang Nomor 1 di -DPC PPP Kota Langsa

22 September 2026 - 04:05 WIB

Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar, Si “Ketua RW Viral” yang Peduli Warga 24 Jam dan Siap Jalani Program Gubernur DKI

21 September 2026 - 23:20 WIB

Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

21 September 2026 - 11:47 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

Trending di EKOBIS