Wartatrans.com, JAKARTA – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia), jaringan ritel perlengkapan rumah tangga asal Malaysia yang beroperasi di Indonesia sejak 2017, membukukan laba bersih Rp590,7 miliar pada semester I-2026.
Angka tersebut meningkat 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan perseroan juga tumbuh 24,5 persen secara tahunan menjadi Rp4,65 triliun.
Kinerja tersebut didorong peningkatan transaksi sebesar 23,3 persen serta ekspansi 130 gerai baru, sehingga total jaringan toko MR.D.I.Y. mencapai 1.349 unit di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan MR.D.I.Y. berlangsung saat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2026 tumbuh 5,52 persen secara tahunan dengan kontribusi 54,26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, konsumsi masyarakat tetap menjadi salah satu faktor yang menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen (year on year), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ujar Amalia pada Mei.
Dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional, kenaikan pendapatan MR.D.I.Y. sebesar 24,5 persen menunjukkan laju bisnis perseroan tumbuh jauh lebih cepat.
Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan memperluas pasar melalui strategi *value for money*, harga kompetitif, dan peningkatan akses konsumen melalui jaringan toko.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan, keterjangkauan menjadi fondasi utama model bisnis perusahaan ketika konsumen semakin selektif dalam berbelanja.
“Aksesibilitas dan keterjangkauan merupakan inti dari model bisnis Perseroan. Seiring konsumen yang semakin cermat dalam membelanjakan uangnya, mereka mencari produk yang andal dan memberikan nilai yang nyata,” ujar Edwin dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Direktur sekaligus Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil menambahkan, pertumbuhan bisnis didukung disiplin eksekusi, integrasi rantai pasok, serta skala usaha yang semakin besar.
“Kinerja kami menunjukkan bahwa keterjangkauan dan pertumbuhan dapat berjalan beriringan. Eksekusi yang disiplin, integrasi rantai pasok yang solid, serta skala bisnis yang semakin besar memastikan kami mampu menjaga efisiensi pembiayaan dan menawarkan harga kompetitif untuk pelanggan,” ujar Rika.
Namun, industri ritel masih menghadapi tekanan dari pelemahan daya beli dan kehati-hatian konsumen. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai pemerintah perlu memperkuat penyelesaian persoalan ekonomi domestik untuk menjaga konsumsi masyarakat.
“Saya kira mungkin yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah lebih fokus lagi. Khususnya untuk bisa mengatasi berbagai masalah tekanan di dalam negeri,” ujar Alphonzus, Selasa (4/8/2026).
Di tengah tantangan tersebut, MR.D.I.Y. menunjukkan pertumbuhan yang melampaui konsumsi nasional. Efisiensi rantai pasok, ekspansi jaringan, dan strategi harga menjadi faktor utama perseroan mempertahankan kinerja positif di pasar ritel yang semakin kompetitif. (Artha Tidar)
































