Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

EKOBIS

Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar

badge-check


 Semester I-2026, MR D.I.Y. Cetak Laba Rp590,7 Miliar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia), jaringan ritel perlengkapan rumah tangga asal Malaysia yang beroperasi di Indonesia sejak 2017, membukukan laba bersih Rp590,7 miliar pada semester I-2026.

Angka tersebut meningkat 16,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan perseroan juga tumbuh 24,5 persen secara tahunan menjadi Rp4,65 triliun.

Kinerja tersebut didorong peningkatan transaksi sebesar 23,3 persen serta ekspansi 130 gerai baru, sehingga total jaringan toko MR.D.I.Y. mencapai 1.349 unit di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan MR.D.I.Y. berlangsung saat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2026 tumbuh 5,52 persen secara tahunan dengan kontribusi 54,26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, konsumsi masyarakat tetap menjadi salah satu faktor yang menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tumbuh 5,61 persen (year on year), salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga,” ujar Amalia pada Mei.

Dibandingkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga nasional, kenaikan pendapatan MR.D.I.Y. sebesar 24,5 persen menunjukkan laju bisnis perseroan tumbuh jauh lebih cepat.

Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan memperluas pasar melalui strategi *value for money*, harga kompetitif, dan peningkatan akses konsumen melalui jaringan toko.

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan, keterjangkauan menjadi fondasi utama model bisnis perusahaan ketika konsumen semakin selektif dalam berbelanja.

“Aksesibilitas dan keterjangkauan merupakan inti dari model bisnis Perseroan. Seiring konsumen yang semakin cermat dalam membelanjakan uangnya, mereka mencari produk yang andal dan memberikan nilai yang nyata,” ujar Edwin dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Sementara itu, Direktur sekaligus Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia Rika Juniaty Tanzil menambahkan, pertumbuhan bisnis didukung disiplin eksekusi, integrasi rantai pasok, serta skala usaha yang semakin besar.

“Kinerja kami menunjukkan bahwa keterjangkauan dan pertumbuhan dapat berjalan beriringan. Eksekusi yang disiplin, integrasi rantai pasok yang solid, serta skala bisnis yang semakin besar memastikan kami mampu menjaga efisiensi pembiayaan dan menawarkan harga kompetitif untuk pelanggan,” ujar Rika.

Namun, industri ritel masih menghadapi tekanan dari pelemahan daya beli dan kehati-hatian konsumen. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai pemerintah perlu memperkuat penyelesaian persoalan ekonomi domestik untuk menjaga konsumsi masyarakat.

“Saya kira mungkin yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah lebih fokus lagi. Khususnya untuk bisa mengatasi berbagai masalah tekanan di dalam negeri,” ujar Alphonzus, Selasa (4/8/2026).

Di tengah tantangan tersebut, MR.D.I.Y. menunjukkan pertumbuhan yang melampaui konsumsi nasional. Efisiensi rantai pasok, ekspansi jaringan, dan strategi harga menjadi faktor utama perseroan mempertahankan kinerja positif di pasar ritel yang semakin kompetitif. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

AirNav Indonesia Sabet TOP GRC Awards 2026 #5 Star

10 September 2026 - 08:24 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

APPSI Dorong Pasar Rakyat Berinovasi, dari Pusat Kuliner hingga Pemasok MBG

9 September 2026 - 21:02 WIB

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Banten dan Panjang

9 September 2026 - 20:31 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Prima dengan Melayani Sepenuh Hati di Pelabuhan Ciwandan

9 September 2026 - 20:21 WIB

Garuda Indonesia Periksa Armada Terdampak Abu Vulkanik Sebelum Kembali Terbang

9 September 2026 - 11:23 WIB

Harga Kopi Gelondong Arabika Gayo Bervariasi, Tertinggi di Bener Meriah Capai Rp26 Ribu

9 September 2026 - 11:19 WIB

Dunia Bahas Masa Depan AI Melalui Bandara”Bali Harmony Encounter Week 2026″

9 September 2026 - 10:53 WIB

SCI: Penundaan Arus Ekspor-Impor Dampak Erupsi GAK via Bandara Soetta Senilai USD168 Juta

9 September 2026 - 05:24 WIB

Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta Masuk Radar Saat Menkeu Soroti Utang Daerah

8 September 2026 - 20:50 WIB

Trending di EKOBIS