Wartatrans.com, ACEH – Kabar membanggakan datang dari dataran tinggi Gayo. Kopi Arabika Gayo kembali mengharumkan nama Indonesia setelah masuk dalam lima besar biji kopi terbaik dunia versi TasteAtlas 2026.
Pengakuan ini semakin menegaskan posisi Kopi Gayo sebagai salah satu kopi specialty terbaik yang memiliki cita rasa khas dan kualitas berkelas internasional.

Tak hanya di tingkat dunia, Kopi Arabika Gayo juga berhasil menempati peringkat pertama di Asia dalam daftar Best Coffee Beans in Asia 2026 versi TasteAtlas. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kopi yang dibudidayakan oleh para petani di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues mampu bersaing dengan kopi-kopi unggulan dari berbagai negara.
Kopi Gayo dikenal memiliki karakter rasa yang khas, dengan aroma yang kompleks, body yang seimbang, tingkat keasaman yang rendah, serta sentuhan rasa cokelat, rempah, herbal, dan buah-buahan.
Keunggulan inilah yang menjadikan Kopi Gayo diminati oleh pasar specialty coffee dunia.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh petani, pelaku usaha, dan pegiat industri kopi di Aceh untuk terus menjaga kualitas, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat identitas Kopi Gayo sebagai kebanggaan Indonesia di pasar internasional.
Salah seorang produsen Kopi Gayo, Mailida Sulaiman, pemilik merek Rimba Kopi, mengatakan bahwa prestasi ini harus menjadi semangat bersama untuk terus menjaga mutu kopi Gayo dari hulu hingga hilir.

“Pengakuan dunia ini adalah kebanggaan bagi masyarakat Gayo. Kita harus terus mempertahankan kualitas Kopi Gayo dengan mengajak masyarakat menerapkan budidaya secara organik, menjaga kelestarian lingkungan melalui sistem agroforestri, menerapkan proses pascapanen yang baik, serta melakukan proses roasting sesuai standar. Dengan begitu, kualitas Kopi Gayo akan terus terjaga dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Mailida Sulaiman.
Dengan pengakuan dari TasteAtlas, Kopi Gayo tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga menjadi simbol bahwa kekayaan alam, budaya, dan kerja keras para petani Indonesia mampu menghasilkan kopi berkualitas dunia. Prestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani kopi di Tanah Gayo.*** (Kamaruzzaman)




























