Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

SENI BUDAYA

Halimah Munawir: Buruh, Pengusaha, dan Budaya – Tiga Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan

badge-check


 Halimah Munawir: Buruh, Pengusaha, dan Budaya – Tiga Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Relasi antara buruh, pengusaha, dan budaya dinilai sebagai tiga sisi dari mata uang yang sama dalam perjalanan sejarah industri di Indonesia. Dinamika hubungan ini telah mengalami pasang surut sejak masa kolonial hingga era reformasi, hal itu diungkapkan Halimah Munawir di Hari Buruh – 1 Mei, 2026.

Lebih jauh Halimah mengungkapkan, sejarah mencatat, embrio “budaya buruh” mulai tumbuh ketika pemerintah kolonial Belanda mengembangkan sektor perkebunan, pertambangan, dan industri pabrik. Sistem kerja berat dengan upah rendah memicu keresahan di kalangan pekerja. Kondisi tersebut mendorong lahirnya kesadaran kolektif buruh, yang kemudian diperkuat oleh pengaruh ideologi sosialisme serta gerakan buruh internasional. Dari sinilah cikal bakal serikat buruh mulai terbentuk.

“Memasuki era Orde Lama, pergerakan buruh Indonesia mengalami kebangkitan signifikan. Peringatan Hari Buruh pada 1 Mei pertama kali digaungkan secara terbuka di Yogyakarta, dengan pidato berapi-api Presiden Soekarno yang membakar semangat kaum pekerja. Dalam periode ini, buruh tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi, tetapi juga menjelma sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan. Pemerintah dan kalangan pengusaha pun memberikan ruang lebih luas bagi eksistensi buruh,” ungkap Halimah Munawir.

Namun situasi berubah drastis pada masa Orde Baru. Pemerintah saat itu memandang gerakan buruh sebagai potensi ancaman, sehingga berbagai aktivitas serikat pekerja dibatasi bahkan dibungkam. Kebebasan berekspresi buruh mengalami penyempitan, dan peran mereka dalam ruang publik pun meredup.

Kebangkitan kembali gerakan buruh terjadi pada era reformasi. Seiring terbukanya ruang demokrasi, buruh kembali memperoleh hak untuk berserikat dan menyuarakan aspirasi. Hari Buruh pun kembali diperingati secara luas sebagai simbol perjuangan dan solidaritas pekerja.

‘Kini, hubungan antara buruh, pengusaha, dan budaya kerja menjadi refleksi penting dalam membangun ekosistem industri yang adil dan berkelanjutan. Momentum Hari Buruh setiap 1 Mei menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara ketiganya adalah kunci bagi kemajuan bersama,” tutup Halimah. *** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Trending di RAGAM