Wartatrans.com, JAKARTA — Suasana diskusi dalam acara NGOBRAS: Ngobrol Santai Bareng Kartini Film, Musik dan Seni 2026 mendadak berubah menjadi panggung hiburan saat penyanyi senior Nana Mardiana tampil di penghujung acara. Energi yang dibawanya membuat peserta—yang didominasi komunitas ibu-ibu—ikut larut dalam suasana meriah.
Sejumlah lagu yang dibawakan Nana memancing peserta untuk berdiri dan berjoget di depan panggung. Momen yang semula bernuansa diskusi santai berubah hangat dan penuh keakraban.

“Mbok Nana tetap awet muda dan penampilannya selalu memikat. Energinya luar biasa,” kata Wahyu Oye, memuji penampilan penyanyi tersebut.
Peserta lain, Maria Magdalena, mengaku tak kuasa menahan diri untuk ikut berjoget. “Biasanya saya malu. Tapi karena yang tampil penyanyi idola, jadi ikut menikmati suasananya,” ujarnya.
Bagi Nana, keterlibatannya dalam kegiatan yang digagas Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia bukan sekadar menghibur. Ia menilai forum tersebut juga membawa pesan edukatif.
“Saya langsung mengiyakan ketika diminta tampil. Apalagi pesertanya ibu-ibu komunitas yang sangat antusias,” kata Nana, yang juga duduk sebagai Dewan Kehormatan FORWAN.
Di balik kemeriahan acara, muncul pertanyaan di kalangan peserta dan wartawan mengenai sosok penggagas berbagai kegiatan FORWAN yang dinilai konsisten dan berbeda. Sejumlah program yang telah digelar antara lain diskusi perempuan di industri film dan musik, forum film horor, hingga Anugerah Kartini Musik, Film dan Seni 2025.
Menurut Nana, ide-ide tersebut berasal dari Ketua Umum FORWAN, Sutrisno Buyil. “Semua event yang digelar selama ini merupakan gagasan Pakde Buyil. Ia bukan hanya kreator, tapi juga eksekutor,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan Sutrisno dalam mengeksekusi program terlihat dari keberhasilan menggaet dukungan sponsor dan mitra. “Biasanya orang kuat di konsep lemah di pelaksanaan. Tapi Pakde Buyil mampu menjalankan keduanya,” kata Nana.
Pernyataan serupa disampaikan penyanyi senior Ratna Listy. Ia menilai ketua FORWAN tersebut mampu menjaga keberlangsungan kegiatan meski menghadapi keterbatasan dana.
“Dalam kondisi keuangan yang tidak baik, kreativitasnya tidak surut. Bahkan saat kas kosong, ia tetap mengajak rapat dan membentuk panitia. Dan acara bisa terselenggara dengan baik,” ujar Ratna.
Menurut dia, keberhasilan FORWAN menggelar berbagai kegiatan tidak lepas dari peran kepemimpinan Sutrisno. “Ia bukan sekadar pemimpin, tapi kreator dan eksekutor ulung di bidang event,” kata Ratna.*** (SBY)


























