Menu ✖

Mode Gelap
Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026 Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

SENI BUDAYA

HPN 2026, Halimah Munawir: Puisi Adalah Nafas Jaman

badge-check


 HPN 2026, Halimah Munawir: Puisi Adalah Nafas Jaman Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Peringatan Hari Puisi Nasional (HPN) kembali menjadi momentum penting bagi para pegiat sastra di Indonesia untuk merefleksikan peran puisi sebagai medium ekspresi, kritik sosial, sekaligus ruang kontemplasi batin. Di tengah arus deras digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat, puisi dinilai tetap memiliki tempat yang khas dan tak tergantikan.

Sastrawan Halimah Munawir menegaskan bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cermin dari dinamika zaman yang terus bergerak. Menurutnya, puisi memiliki kemampuan untuk menangkap hal-hal yang sering luput dari perhatian publik.

“Puisi itu bukan hanya tentang estetika, tapi juga tentang kejujuran rasa. Ia bisa menjadi suara bagi yang tak terdengar, bahkan menjadi pengingat di tengah kebisingan dunia,” ujar Halimah dalam keterangannya memperingati HPN 2026.

Ia juga menyoroti bahwa generasi muda kini memiliki peluang besar untuk menghidupkan kembali tradisi berpuisi melalui berbagai platform digital. Media sosial, menurutnya, bukan ancaman, melainkan ruang baru yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan karya sastra.

“Yang terpenting bukan medianya, tapi kedalaman pesan. Puisi yang kuat akan tetap menemukan pembacanya, di mana pun ia dipublikasikan,” tambahnya.

Peringatan HPN setiap 28 April sendiri menjadi pengingat akan pentingnya menjaga tradisi literasi sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru yang relevan dengan konteks kekinian. Di berbagai daerah, kegiatan seperti pembacaan puisi, diskusi sastra, hingga lokakarya kreatif turut meramaikan peringatan tahun ini.

Di tengah berbagai peristiwa sosial yang terjadi belakangan ini, Halimah mengajak para penyair untuk tetap peka dan berani menyuarakan realitas melalui karya.

“Puisi tidak boleh kehilangan keberpihakannya. Ia harus tetap hidup, menyentuh, dan bermakna bagi masyarakat,” tutupnya.

Hari Puisi Nasional 2026 pun kembali menegaskan bahwa di balik kesederhanaan larik-lariknya, puisi menyimpan kekuatan besar—menggerakkan, menyadarkan, dan menghidupkan nurani bangsa.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ISI Padangpanjang Jadi Panggung Diplomasi Budaya, Seniman Lima Negara Ramaikan FKI XIII

19 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah

19 Oktober 2026 - 12:52 WIB

15 Tahun Sastra Bulan Purnama, Merawat Persahabatan dan Menghidupkan Puisi di Era Digital

18 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Seluruh Academia Sabet Tiga Standing Ovation, Persaingan Top 12 D’Academy 8 Kian Ketat

17 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Dari Panggung Spanyol, Anak-Anak Indonesia Suarakan Perdamaian Dunia, Teater Tanah Air Borong Empat Penghargaan

17 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Jakarta Kulminasi: Satu Hari Tanpa Bayangan, Ketika Seni Mengajak Warga Membaca Perubahan Kota

16 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Nina Nugroho Sulap Tenun Makassar Jadi Busana Modern, Filosofi Kehormatan dan Harmoni Jadi Inspirasi

16 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Dwiki Dharmawan: Indonesia Tidak Kekurangan Talenta Musik

16 Oktober 2026 - 00:06 WIB

Sineas Palestina Ameen Nayfeh Tiba di Jakarta, Disambut Panitia SANFFEST 2026

15 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Karena Dianggap Cacat Hukum, Yon Bayu Wahyono Desak Pemilihan Ulang DKJ, DPRD Jakarta Siap Panggil Pihak Terkait

15 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Trending di PERISTIWA