Wartatrans.com, JAWA TENGAH —Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/04/2026).
Tujuan pembangunan TPST adalah mengolah sampah dan menghasilkan berbagai produk turunan seperti genteng plastik, paving plastik manual, pupuk organik, serta bahan bakar alternatif berupa refuse derived fuel (RDF).

Prabowo melihat langsung proses pengolahan sampah dari hulu hingga hilir. Dirinya menyatakan TPST BLE merupakan sebuah terobosan dan inisiatif baik dalam pengelolaan sampah. Pun, prosesnya menggunakan teknologi tidak terlalu canggih namun efektif.

Helikopter yang ditumpangi Prabowo.
Melihat sistem tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberi dukungan penuh. Ini juga dikarenakan masalah sampah jadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan.
“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, harus bisa kita kendalikan,” tegasnya
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang mendampingi Presiden menginformasikan juga bahwa Pemprov Jateng kini sedang membangun fasilitas RDF di berbagai daerah selain Banyumas.
Konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk kota raya dengan volume sampah besar seperti Semarang, Pekalongan, dan Tegal. “Nasional menargetkan 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap dan optimis hal ini tercapai lebih cepat yaitu tahun 2028,” ujar Luthfi.
Terpisah, kunjungan kerja Presiden kali ini meninggalkan cerita unik. Transit di Purwokerto, Prabowo naik helikopter. Di radius 50 meter tempat pendaratan, banyak pedagang menggelar jualan.
Kejadian tidak terdugapun terjadi. Putaran baling – baling helikopter menciptakan hembusan angin kencang sehingga memporak porandakan puluhan lapak pedagang.

Pedagang porak poranda.
Seorang pedagang siomay harus mengejar atap gerobaknya yang terbang terbawa angin helikopter. Pedagang lain juga pontang – panting menyelamatkan lapak beserta dagangan mereka agar tidak melayang.
Insiden kecil ini tidak mengurangi kemeriahan suasana. Masyarakat sekitar justru tertawa kecil melihat kejadian tersebut. Kalau pedagang mengejar jualannya, warga memburu jabat tangan Presiden.*** (Slamet Widodo)

























