Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Hingga proses evakuasi selesai, tercatat 84 korban telah dibawa ke rumah sakit dan 14 pelanggan meninggal dunia.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf sekaligus belasungkawa atas insiden tersebut.

“Jadi pertama sekali saya harus minta maaf. Berbela sungkawa, dukacita yang mendalam atas kejadian ini. Jadi saya menyaksikan langsung sejak tadi malam sampai tadi menyelesaikan evakuasi,” ujar Anne.
Anne menjelaskan, para korban dibawa ke sembilan rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Dari 14 korban meninggal dunia, mayoritas dibawa ke RS Polri.
“84 sudah dibawa ke rumah sakit untuk ditindak. Ada 9 rumah sakit. Kemudian sebanyak 14 itu pelanggan kami memang meninggal. Mayoritas dibawa 9 orang itu di RS Polri. Jadi saat ini lagi diidentifikasi. 5 sudah teridentifikasi. Dari 14, 9 sedang proses. Kami berharap ini bisa cepat. Supaya kami juga bisa memberikan informasi yang valid kepada keluarga,” katanya.
Terkait operasional perjalanan, KAI menutup sementara Stasiun Bekasi Timur. Sementara layanan KRL lintas Cikarang untuk sementara hanya beroperasi sampai Stasiun Bekasi.
“Kemudian yang kedua adalah KRL sampai saat ini masih sampai stasiun Bekasi. Untuk Bekasi Timur kami tutup sementara,” ujar Anne.
KAI juga membuka posko informasi selama 14 hari di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur guna melayani kebutuhan keluarga korban, termasuk pencarian barang bawaan yang tertinggal.
“Posko untuk informasi terkait dengan kejadian hari ini kami buka 14 hari. 2 tempat di stasiun Gambir dan juga di stasiun Bekasi Timur ini. Ini kami lakukan supaya kami menemukan banyak barang yang tinggal. Kami berkoordinasi dengan kepolisian. Pasti nanti keluarga juga membutuhkan barang-barang tersebut,” ucapnya.
Untuk perjalanan kereta jarak jauh, KAI masih menerapkan rekayasa pola operasi akibat proses evakuasi sarana dan pemeriksaan prasarana. Tercatat sekitar 27 perjalanan terdampak.
“Ini sekitar 27. Perjalanan kereta jarak jauh yang masih mengalami lekayasa pola operasi,” kata Anne.
KAI juga memastikan pengembalian bea tiket penuh bagi seluruh perjalanan terdampak dan menanggung seluruh biaya korban meninggal maupun luka-luka bersama pihak asuransi.
“Untuk semua kereta yang terdampak, kami 100% melakukan pengembalian. Dan ini seperti biasa 7 hari ke depan bisa melakukan cancel. Dan juga kepada semua korban, baik yang meninggal. Dan juga yang sakit akan ditanggung oleh KAI dan asuransi Sampai sembuh untuk yang luka. Ini adalah komitmen kami sebagai tanggung jawab untuk kejadian ini,” tuturnya.
Anne menambahkan penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim terkait.
“Saya tidak mau berbicara di luar evakuasi hari ini. Ini lagi dicek semuanya. Jadi tidak boleh ada yang mendahului sebelum pengecekan detail. Karena ini perjalanan kereta itu ada sistem. Ada prasarana, sarana, SDM, dan semuanya. Tadi Pak KNKT sedang melakukan pengecekan dengan timnya. Kita tunggu nanti bagaimana kejadian ini bisa terjadi,” katanya.(fahmi)





























