Menu

Mode Gelap
Volkswagen ID. Buzz di Indonesia: SmartDeck Jadi Senjata Baru, Penjualan EV Mulai Tancap Gas Catatan Halimah Munawir: Rasa, Kata, dan Karya. Ketika Podcast Menemukan Hatinya Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026 Asrul Assani Resmi Dilantik Menjadi Sekda Definitif Pemko Subulussalam Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Mampu Dorong Mobilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Percikan Mutia: Memilih Ketenangan di Tengah Budaya Pencitraan

Uncategorized

Diaspora Aceh di AS dan Kanada Perkuat Identitas Budaya serta Gagas Program untuk Kemajuan Aceh

badge-check


 Diaspora Aceh di AS dan Kanada Perkuat Identitas Budaya serta Gagas Program untuk Kemajuan Aceh Perbesar

Wartatrans.com, AMERIKA — Diaspora Aceh di A– Ribuan kilometer dari Tanah Rencong, masyarakat Aceh yang bermukim di Amerika Serikat dan Kanada terus menjaga identitas budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai keislaman yang diwariskan leluhur mereka. Semangat itu terlihat dalam kunjungan silaturahmi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Diaspora Global Aceh (DPP DGA), Dr. Ir. Surya Darma, MBA, ke Seattle, Vancouver, dan Calgary pada 3–7 Juni 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat konsolidasi diaspora Aceh sekaligus menjalin komunikasi dengan komunitas Aceh yang telah menetap selama puluhan tahun di Amerika Utara, termasuk mereka yang kini telah menjadi warga negara Amerika Serikat maupun Kanada.

Di Seattle, Surya Darma bertemu dengan sejumlah tokoh diaspora Aceh, di antaranya Ketua DGA Sagoe Amerika Adron Razi Yusuf dan General Manager Holland America Lines, Fauzi Daud, yang sama-sama berasal dari Bireuen. Kehadiran generasi ketiga keturunan Aceh yang lahir dan besar di Amerika namun tetap mempertahankan nilai keislaman dan budaya Aceh menjadi salah satu potret keberhasilan diaspora dalam menjaga jati diri.

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas berbagai persoalan dan peluang pembangunan Aceh. DGA Sagoe Amerika menyampaikan keprihatinan terhadap sejumlah kondisi di Aceh, terutama terkait layanan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah reaktivasi International Training and Hospitality Center (ITHC), yang sebelumnya digagas bersama Universitas Syiah Kuala dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh. Program ini diharapkan mampu menyiapkan tenaga kerja Aceh untuk mengisi kebutuhan industri hospitality global yang mencapai ratusan ribu pekerja di sektor hotel, restoran, perkapalan, dan pariwisata.

Fauzi Daud yang berpengalaman di industri perkapalan internasional kini tengah mematangkan konsep pelatihan dan penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri global. Program tersebut diharapkan mendapat dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam aspek pembiayaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Di bidang ketahanan pangan, diaspora Aceh di Amerika juga mendorong pengembangan Rumah Pangan Aceh (RPA), sebuah model pemberdayaan petani berbasis rantai pasok dari hulu hingga hilir. Program yang telah membina puluhan petani di Banda Aceh dan sekitarnya itu bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor.

Saat ini RPA telah menghasilkan produk tempe berbahan kacang koro yang dikembangkan bersama petani lokal sebagai alternatif pengganti kedelai impor.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Vancouver, Kanada, yang menjadi salah satu pusat komunitas Aceh terbesar di Amerika Utara. Di kota tersebut, sekitar 500 warga keturunan Aceh yang sebagian besar telah berstatus warga negara Kanada tetap aktif menjaga tradisi melalui Meunasah Aceh Vancouver yang berada di bawah naungan Achehnese Canadian Community Society.

Meunasah Aceh Vancouver berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya, mulai dari pengajaran bahasa Aceh, latihan tari tradisional, pelestarian kuliner khas, hingga penggalangan bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana di Aceh.

Ketua DGA Sagoe Kanada Muhammad Taufik Evendi turut memfasilitasi pertemuan antara pengurus DPP DGA dengan masyarakat Aceh yang tersebar di berbagai kota Kanada, termasuk Toronto, melalui sambungan virtual.

Diaspora Aceh di luar negeri.

Surya Darma mengapresiasi dedikasi para pengurus dan tokoh masyarakat Aceh di Amerika dan Kanada yang dinilainya berhasil menjaga semangat persaudaraan sekaligus berkontribusi melalui berbagai gagasan pembangunan untuk kampung halaman.

“Kami melihat semangat persaudaraan Aceh yang sangat kuat di Amerika dan Kanada. Mereka tidak hanya menjaga adat dan budaya, tetapi juga terus memikirkan berbagai program yang dapat membantu kemajuan Aceh, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurut Surya Darma, keberadaan diaspora Aceh di berbagai negara merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan Aceh di masa depan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin di antara diaspora dapat terus menjadi penguat persatuan masyarakat Aceh di seluruh dunia.

Kunjungan tersebut menegaskan bahwa meskipun telah menetap jauh dari tanah kelahiran dan memegang kewarganegaraan berbeda, masyarakat Aceh di perantauan tetap menjaga ikatan batin dengan budaya, agama, dan tanah leluhur mereka. Melalui jaringan Diaspora Global Aceh, semangat keacehan terus menyala di berbagai belahan dunia.*** (LEP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Volkswagen ID. Buzz di Indonesia: SmartDeck Jadi Senjata Baru, Penjualan EV Mulai Tancap Gas

15 Juni 2026 - 16:23 WIB

Catatan Halimah Munawir: Rasa, Kata, dan Karya. Ketika Podcast Menemukan Hatinya

15 Juni 2026 - 15:35 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026

15 Juni 2026 - 15:21 WIB

Asrul Assani Resmi Dilantik Menjadi Sekda Definitif Pemko Subulussalam

15 Juni 2026 - 15:07 WIB

Percikan Mutia: Memilih Ketenangan di Tengah Budaya Pencitraan

15 Juni 2026 - 14:15 WIB

Sastri Dalila, Istri Mantan Kadis Kehutanan Aceh Wahid Mustafa, Wafat dalam Penerbangan Menuju Banda Aceh

15 Juni 2026 - 11:04 WIB

Jurnalis Muslim Diminta Kuasai AI, Prof Sami: Teknologi Cepat, Kendali Tetap di Tangan Manusia

15 Juni 2026 - 09:53 WIB

Cek Mat, Penyanyi Senior Pontianak yang Tak Pernah Berhenti Berkarya

15 Juni 2026 - 09:46 WIB

Menteri LH Dorong Gerakan Nasional Tanam Bambu untuk Pulihkan Lahan Kritis

15 Juni 2026 - 01:21 WIB

Hari Purbakala ke-113, Warga Borobudur Napak Tilas Sejarah dan Rawat Warisan Budaya

15 Juni 2026 - 00:42 WIB

Trending di Uncategorized