Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services menggelar Pelatihan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran dan Kecelakaan Kereta Api bagi Prama, Prami, dan petugas On Train Cleaning (OTC) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (3/8) ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara KAI Services dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), dengan dukungan dari Pemadam Kebakaran dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Pelatihan tersebut membekali para frontliner dengan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam penanganan keadaan darurat. Materi yang diberikan meliputi triase korban, penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, hingga teknik evakuasi korban secara aman sesuai prosedur.
Selain materi pertolongan pertama, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman kebakaran. Dalam sesi praktik, mereka dilatih menggunakan selimut api (fire blanket) sebagai penanganan awal serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk mengendalikan api sebelum meluas.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para frontliner, agar mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan profesional saat menghadapi kondisi darurat.
“Karena bagi KAI Services, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama yang dibangun melalui kesiapsiagaan, kolaborasi, dan pembelajaran yang berkelanjutan. Dari pelatihan ini diharapkan para frontliner KAI Services memiliki respon yang cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Rabu (5/8/2026).
Salah seorang peserta pelatihan, Agung, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi petugas yang bertugas di lapangan. Menurutnya, selain memperoleh pemahaman teori, peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan langsung teknik penanganan keadaan darurat.
“Kita jadi mengerti bagaimana menghadapi keadaan darurat saat bekerja di lapangan. Selain belajar cara memadamkan api, dalam pelatihan ini kita juga belajar mengenai bagaimana penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), hingga bagaimana cara penanganan korban pingsan,” kata Agung.
Melalui pelatihan ini, KAI Services berharap seluruh frontliner memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, sehingga keselamatan dan keamanan pelanggan selama perjalanan kereta api dapat terus terjaga.(fahmi)































