Wartatrans.com BANDA ACEH — Kabar duka datang dari keluarga almarhum Ir. Wahid Mustafa, mantan Kepala Dinas Kehutanan Aceh pada era 1990-an. Istrinya, Sastri Dalila binti Ibrahim, meninggal dunia pada Minggu (14/6/2026) pukul 17.30 WIB dalam perjalanan pulang dari Kuala Lumpur menuju Banda Aceh.
Adik almarhumah, Emi Efendi, mengatakan Sastri Dalila mengembuskan napas terakhir saat berada di dalam pesawat, sekitar 30 menit sebelum mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

“Almarhumah menghembuskan napas terakhir dalam pesawat penerbangan dari Kuala Lumpur ke Banda Aceh, kira-kira 30 menit sebelum landing di Bandara Sultan Iskandar Muda,” ujar Emi Efendi melalui pesan WhatsApp, Senin (15/6/2026).
Menurut Emi, almarhumah sebelumnya berada di Kuala Lumpur untuk menjalani pengobatan. Sastri Dalila wafat pada usia 72 tahun dan meninggalkan empat orang putri serta delapan cucu.
Keluarga merencanakan pemakaman almarhumah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lamteumen Timur, Banda Aceh, pada Senin sebelum salat Zuhur. Prosesi pemakaman menunggu kedatangan salah seorang putri almarhumah dari Jakarta yang diperkirakan tiba pada pagi hari.
Atas nama keluarga, Emi Efendi memohon doa serta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhumah semasa hidup.
“Kami memohon doa dari seluruh kerabat, sahabat, dan masyarakat agar almarhumah memperoleh husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” katanya.
Secara terpisah, Ir. Nurgaybita, abang dari almarhum Wahid Mustafa yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Aceh dan pejabat di Kementerian Pertanian RI, menyampaikan bahwa keluarga yang berada di Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia serta luar negeri akan menggelar salat gaib dan doa bersama untuk almarhumah.
“Insya Allah keluarga yang ada di Jakarta dan di berbagai daerah di Indonesia serta luar negeri akan melaksanakan salat gaib dan doa bersama untuk almarhumah,” ujarnya.
Ungkapan duka juga datang dari Yusradi Usman al-Gayoni, diaspora Indonesia yang bermukim di Inggris sekaligus Inisiator World Gayonese Community (Diaspora Gayo Dunia). Yusradi yang merupakan sepupu almarhumah menyatakan keluarga besar di London turut menggelar salat gaib dan memanjatkan doa.
“Benar, insya Allah kami keluarga di London juga akan melaksanakan salat gaib dan berdoa untuk almarhumah,” katanya.
Kepergian Sastri Dalila meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan sahabat yang mengenalnya sebagai sosok ibu dan nenek yang penuh kasih serta dekat dengan lingkungan keluarga. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta kesabaran.*** (Yus/Jasa)




























