Menu

Mode Gelap
6 Pelabuhan ASDP Sah Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional Tindak Lanjut Kerja Sama Potensi Daerah dan Layanan Publik, Bupati OKI Kunjungi Bupati Bandung Reservasi Resmi Dibuka, The Langham, Custom House Bangkok Siap Sambut Tamu Mulai Desember KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat Avtur Turun, Kemenhub Sesuaikan Besaran Maksimal Fuel Surcharge 30%

PERON

Presiden Prabowo dan Menhub Dudy Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Kota Bekasi

badge-check


 Presiden sambangi korban kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi (BPMI Setkab) Perbesar

Presiden sambangi korban kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi (BPMI Setkab)

Wartatrans.com, BEKASI – Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjenguk korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal, Selasa (28/4/2026).

Presiden Prabowo menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak serta menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh atas kejadian tersebut.

Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi, khususnya pada perlintasan sebidang yang masih memiliki potensi risiko tinggi.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan Pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” tutur Presiden.

Pemerintah bergerak cepat dalam menangani insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026).

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian dengan mempertimbangkan keselamatan korban dan petugas di lapangan.

Menhub bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia berada di lokasi sejak Senin malam (27/4) hingga Selasa pagi (28/4) untuk memimpin langsung penanganan di lapangan.

Menhub juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih, sekaligus menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, tapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama keselamatan kepada penumpang,” urainya.

Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban.

“Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan,” ucapnya.

Kemenhub juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

Menhub menegaskan, pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.

“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api. Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” kata Menhub.

Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.

Hingga saat ini pendataan jumlah korban masih terus dilakukan.

Untuk mendukung kelancaran penanganan, dilakukan penyesuaian operasional perjalanan KRL yang sementara hanya sampai Stasiun Bekasi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tindak Lanjut Kerja Sama Potensi Daerah dan Layanan Publik, Bupati OKI Kunjungi Bupati Bandung

5 Agustus 2026 - 17:15 WIB

KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

5 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat

5 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Pegawai PPPK Kabupaten Bandung Gelombang I Ikuti Orientasi, Dibekali Pemahaman Pelayanan Publik

5 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Perkuat Kiprah Pereli Perempuan Indonesia, PRIVE Health Team Kembali Dukung LodySasty di AXCR 2026 di Thailand

5 Agustus 2026 - 09:50 WIB

KAI Terapkan Standar ISO 27001 untuk Lindungi Data Jutaan Pelanggan Digital

5 Agustus 2026 - 05:25 WIB

KAI Angkut 374.098 Ton Komoditas Perkebunan hingga Juli 2026, Tumbuh 18 Persen

5 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam

4 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Trending di ANJUNGAN