Wartatrans.com, BEKASI – Duka masih terasa di rumah-rumah keluarga korban kecelakaan antara Kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Rabu (29/4), Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mendatangi sejumlah rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman almarhumah Nurlaela di Cikarang Timur. Di rumah sederhana itu, suasana haru menyelimuti keluarga yang masih berusaha menerima kepergian orang tercinta. Rombongan menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga korban.
Setelah dari Cikarang Timur, rombongan melanjutkan takziah ke dua rumah duka lainnya di wilayah Tambun, yakni kediaman almarhumah Arinjani Novita Sari dan almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna.
Di sela kunjungan, Bobby menyampaikan permohonan maaf atas tragedi yang menelan korban jiwa tersebut. Ia menegaskan kehadiran jajaran KAI bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab moral perusahaan kepada keluarga korban.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban atas kejadian ini. Kami hadir untuk menyampaikan langsung rasa belasungkawa serta memastikan keluarga mendapatkan pendampingan,” ujar Bobby.
Bagi keluarga korban, kehilangan ini meninggalkan luka mendalam. Hary Marwata, ayah dari almarhumah Nur Ainia Eka Rahmadhyna, mengenang putrinya sebagai pekerja yang setiap hari mengandalkan KRL untuk beraktivitas.
“Setiap hari anak saya menggunakan KRL dari Tambun ke Palmerah untuk bekerja. Kami berharap proses investigasi berjalan lancar dan penyebab kejadian ini dapat segera diketahui,” ungkapnya.
KAI menyatakan investigasi masih berlangsung bersama pihak terkait. Hasil penyelidikan disebut akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan operasional kereta api.
Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tercatat 16 orang. Sebanyak 45 korban masih menjalani perawatan, sementara 45 lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI Group memberikan santunan Rp35 juta kepada keluarga korban meninggal dunia dan Rp15 juta bagi korban luka. Selain itu, posko informasi disiagakan di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir untuk membantu keluarga korban maupun pelanggan terdampak.
Sementara itu, aktivitas di Stasiun Bekasi Timur mulai berangsur pulih. Sejak pukul 14.00 WIB, layanan penumpang kembali dibuka dan perjalanan KRL lintas Bekasi–Cikarang dijalankan normal secara bertahap.
Namun bagi keluarga korban, pemulihan operasional belum tentu sejalan dengan pulihnya rasa kehilangan. Di tengah roda transportasi yang kembali bergerak, duka masih tinggal di banyak rumah.(****)






























