Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

SENI BUDAYA

Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026

badge-check


 Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Malam puncak Hari Puisi Nasional (HPN) 2026 di Taman Ismail Marzuki tak hanya diisi pembacaan puisi dan pertunjukan musikalisasi. Di sela rangkaian acara, seniman Arie Batubara tampil membawakan monolog puitik berdurasi lima menit—sebuah bentuk pertunjukan yang, menurut pengakuannya, justru baru pertama kali ia lakoni.

“Panitia, Mustafa Ismail, meminta saya membuat monolog puitik. Jujur, saya sendiri belum pernah benar-benar memahami bentuknya seperti apa,” kata Arie usai tampil.

Permintaan itu datang mendadak. Tanpa persiapan matang, Arie mengaku mengandalkan intuisi. Ia teringat pada puisi naratif “Cerita Buat Dien Tamaela”, lalu mengolahnya secara spontan menjadi monolog yang memadukan narasi, emosi, dan ritme puitik.

Hasilnya adalah pertunjukan yang cenderung improvisasional. Naskah yang ia tulis hanya sempat dibaca dua kali sebelum naik ke panggung. “Entah ngawur atau tidak, saya juga tidak tahu. Yang jelas, tidak ada latihan sebelumnya,” ujarnya, setengah berkelakar.

Di tengah keraguan itu, justru lahir performa yang terasa jujur. Arie menyampaikan monolognya dengan gaya bertutur yang mengalir, sesekali patah, namun tetap menjaga intensitas emosi. Penonton merespons dengan hening yang penuh perhatian—indikasi keterlibatan yang kerap menjadi ukuran keberhasilan pertunjukan sastra.

Kehadiran monolog puitik dalam panggung HPN menunjukkan kecenderungan baru dalam ekspresi sastra, yang tidak lagi terpaku pada pembacaan teks semata. Bentuk ini membuka ruang eksplorasi antara puisi, teater, dan performans, sekaligus menegaskan bahwa sastra hidup dalam berbagai kemungkinan medium.

Mustafa Ismail, selaku panitia, menyebut keterlibatan Arie sebagai upaya menghadirkan dinamika dalam acara. “Kami ingin memberi ruang bagi eksperimen, termasuk bentuk-bentuk yang belum mapan,” katanya.

Hari Puisi Nasional sendiri diperingati setiap 28 April untuk mengenang wafatnya Chairil Anwar, tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia. Peringatan ini kerap diisi berbagai kegiatan lintas komunitas, dari diskusi hingga pertunjukan.

Di tengah rangkaian acara yang padat, penampilan Arie Batubara menjadi penanda bahwa spontanitas masih memiliki tempat dalam lanskap sastra kontemporer. Bahkan, dari sesuatu yang “ngarang-ngarang”, lahir kemungkinan baru dalam cara puisi dihidupkan di atas panggung.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

25 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Sandrinna Michelle Ungkap Serunya Bangun Chemistry di Sinetron *Seindah Masa Remaja

24 Agustus 2026 - 10:55 WIB

FIFGROUP Salurkan 1.200 Paket Sembako bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Guruh Sukarno Putra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker Lewat “Untuk Indonesia”

22 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah

21 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur

21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

SBY Art Community Menggelar Pameran Lukisan, Dibuka Gubernur Pramono Anung

20 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Maknai Kemerdekaan RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat

18 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Trending di EKOBIS