Menu

Mode Gelap
Dorong Transaksi Digital, DAMRI Hadirkan Promo Diskon 50% bagi Pengguna Baru DAMRI Apps Impor 36.984 Ton Steel Slab Dibongkar PTP Nonpetikemas di Priok, Perkuat Rantai Pasok Industri Kemenhub dan KAI Segera Tertibkan 4.046 Perlintasan Sebidang Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026 USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni, Soroti Arah Kebijakan dan Peran Kebudayaan Antisipasi Kemacetan Hari Buruh, Sejumlah KA dari Gambir Naikkan Penumpang di Stasiun Jatinegara

SENI BUDAYA

Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026

badge-check


 Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Malam puncak Hari Puisi Nasional (HPN) 2026 di Taman Ismail Marzuki tak hanya diisi pembacaan puisi dan pertunjukan musikalisasi. Di sela rangkaian acara, seniman Arie Batubara tampil membawakan monolog puitik berdurasi lima menit—sebuah bentuk pertunjukan yang, menurut pengakuannya, justru baru pertama kali ia lakoni.

“Panitia, Mustafa Ismail, meminta saya membuat monolog puitik. Jujur, saya sendiri belum pernah benar-benar memahami bentuknya seperti apa,” kata Arie usai tampil.

Permintaan itu datang mendadak. Tanpa persiapan matang, Arie mengaku mengandalkan intuisi. Ia teringat pada puisi naratif “Cerita Buat Dien Tamaela”, lalu mengolahnya secara spontan menjadi monolog yang memadukan narasi, emosi, dan ritme puitik.

Hasilnya adalah pertunjukan yang cenderung improvisasional. Naskah yang ia tulis hanya sempat dibaca dua kali sebelum naik ke panggung. “Entah ngawur atau tidak, saya juga tidak tahu. Yang jelas, tidak ada latihan sebelumnya,” ujarnya, setengah berkelakar.

Di tengah keraguan itu, justru lahir performa yang terasa jujur. Arie menyampaikan monolognya dengan gaya bertutur yang mengalir, sesekali patah, namun tetap menjaga intensitas emosi. Penonton merespons dengan hening yang penuh perhatian—indikasi keterlibatan yang kerap menjadi ukuran keberhasilan pertunjukan sastra.

Kehadiran monolog puitik dalam panggung HPN menunjukkan kecenderungan baru dalam ekspresi sastra, yang tidak lagi terpaku pada pembacaan teks semata. Bentuk ini membuka ruang eksplorasi antara puisi, teater, dan performans, sekaligus menegaskan bahwa sastra hidup dalam berbagai kemungkinan medium.

Mustafa Ismail, selaku panitia, menyebut keterlibatan Arie sebagai upaya menghadirkan dinamika dalam acara. “Kami ingin memberi ruang bagi eksperimen, termasuk bentuk-bentuk yang belum mapan,” katanya.

Hari Puisi Nasional sendiri diperingati setiap 28 April untuk mengenang wafatnya Chairil Anwar, tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia. Peringatan ini kerap diisi berbagai kegiatan lintas komunitas, dari diskusi hingga pertunjukan.

Di tengah rangkaian acara yang padat, penampilan Arie Batubara menjadi penanda bahwa spontanitas masih memiliki tempat dalam lanskap sastra kontemporer. Bahkan, dari sesuatu yang “ngarang-ngarang”, lahir kemungkinan baru dalam cara puisi dihidupkan di atas panggung.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni, Soroti Arah Kebijakan dan Peran Kebudayaan

1 Mei 2026 - 00:23 WIB

Pameran “Guru Inspiratif” Rayakan Peran Guru dalam Seni Menggambar di Galery Ruang Darmin

30 April 2026 - 13:06 WIB

Puncak Hari Puisi Nasional 2026 Digelar di TIM

30 April 2026 - 12:13 WIB

Penampilan Duet Maut Ratna Listy Panglima Langit Tetap Mempesona

30 April 2026 - 07:13 WIB

Menyusuri Jejak Chairil di HPN 2026 Kota Depok

29 April 2026 - 23:25 WIB

HPN 2026, Halimah Munawir: Puisi Adalah Nafas Jaman

29 April 2026 - 22:09 WIB

Kartini Bukan Kartono Band Tampil Memukau di Diskusi NGOBRAS 2026

29 April 2026 - 21:15 WIB

Fashion Show Nina Septiana Curi Perhatian di NGOBRAS Kartini 2026

29 April 2026 - 14:09 WIB

NGOBRAS Kartini: Diskusi Film, Musik, dan Seni Dikemas Kreatif, Libatkan Fashion Show dan Musik

29 April 2026 - 09:45 WIB

Nucke Rahma Soroti Peran “Kartini Kreatif” dalam Diplomasi Budaya di Milad FORWAN ke-12

28 April 2026 - 19:31 WIB

Trending di SENI BUDAYA