Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

SENI BUDAYA

Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026

badge-check


 Monolog Puitik Arie Batubara di Puncak Hari Puisi Nasional 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Malam puncak Hari Puisi Nasional (HPN) 2026 di Taman Ismail Marzuki tak hanya diisi pembacaan puisi dan pertunjukan musikalisasi. Di sela rangkaian acara, seniman Arie Batubara tampil membawakan monolog puitik berdurasi lima menit—sebuah bentuk pertunjukan yang, menurut pengakuannya, justru baru pertama kali ia lakoni.

“Panitia, Mustafa Ismail, meminta saya membuat monolog puitik. Jujur, saya sendiri belum pernah benar-benar memahami bentuknya seperti apa,” kata Arie usai tampil.

Permintaan itu datang mendadak. Tanpa persiapan matang, Arie mengaku mengandalkan intuisi. Ia teringat pada puisi naratif “Cerita Buat Dien Tamaela”, lalu mengolahnya secara spontan menjadi monolog yang memadukan narasi, emosi, dan ritme puitik.

Hasilnya adalah pertunjukan yang cenderung improvisasional. Naskah yang ia tulis hanya sempat dibaca dua kali sebelum naik ke panggung. “Entah ngawur atau tidak, saya juga tidak tahu. Yang jelas, tidak ada latihan sebelumnya,” ujarnya, setengah berkelakar.

Di tengah keraguan itu, justru lahir performa yang terasa jujur. Arie menyampaikan monolognya dengan gaya bertutur yang mengalir, sesekali patah, namun tetap menjaga intensitas emosi. Penonton merespons dengan hening yang penuh perhatian—indikasi keterlibatan yang kerap menjadi ukuran keberhasilan pertunjukan sastra.

Kehadiran monolog puitik dalam panggung HPN menunjukkan kecenderungan baru dalam ekspresi sastra, yang tidak lagi terpaku pada pembacaan teks semata. Bentuk ini membuka ruang eksplorasi antara puisi, teater, dan performans, sekaligus menegaskan bahwa sastra hidup dalam berbagai kemungkinan medium.

Mustafa Ismail, selaku panitia, menyebut keterlibatan Arie sebagai upaya menghadirkan dinamika dalam acara. “Kami ingin memberi ruang bagi eksperimen, termasuk bentuk-bentuk yang belum mapan,” katanya.

Hari Puisi Nasional sendiri diperingati setiap 28 April untuk mengenang wafatnya Chairil Anwar, tokoh penting dalam sejarah sastra Indonesia. Peringatan ini kerap diisi berbagai kegiatan lintas komunitas, dari diskusi hingga pertunjukan.

Di tengah rangkaian acara yang padat, penampilan Arie Batubara menjadi penanda bahwa spontanitas masih memiliki tempat dalam lanskap sastra kontemporer. Bahkan, dari sesuatu yang “ngarang-ngarang”, lahir kemungkinan baru dalam cara puisi dihidupkan di atas panggung.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Yuli Riban Art Class Gelar Pameran Seni Rupa Perupa Disabilitas Sambut Hari Anak Nasional 2026

2 Juli 2026 - 10:56 WIB

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Di SagoeTV Putra Gara dan Salman Yoga Bahas Masa Depan Sastra Aceh

29 Juni 2026 - 19:17 WIB

Djamal Syarif Buka Malam Penutupan PPN XIV Aceh dengan Pembacaan Puisi

28 Juni 2026 - 22:03 WIB

Nyakman Lamjame Apresiasi Film Keumalahayati, Namun Judul “Pasukan 1000 Janda” Perlu Dikaji Kembali

28 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jose Rizal Manua Dukung Keberatan Seniman Aceh atas Judul Film Malahayati: Pasukan 1000 Janda

28 Juni 2026 - 15:56 WIB

Yatti Surachman Tagih Janji Pembeli Rumah, Sisa Pelunasan Rp45 Juta Belum Dibayar

28 Juni 2026 - 14:29 WIB

Trending di SENI BUDAYA