Menu

Mode Gelap
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah DPRD Jakarta Dorong Adanya Penjamin Rusun ABS Kembali Dikukuhkan Sebagai Orang Nomor 1 di -DPC PPP Kota Langsa Suroto Ketua RW 06 Cengbar Jakbar, Si “Ketua RW Viral” yang Peduli Warga 24 Jam dan Siap Jalani Program Gubernur DKI Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah

EKOBIS

Kolagen Tuna Menjalari Industri Makanan dan Kecantikan

badge-check


 Inovasi Tuna untuk produk makanan dan juga kesehatan Perbesar

Inovasi Tuna untuk produk makanan dan juga kesehatan

Wartatrans.com, JAKARTA – Kreativitas dan inovasi membuat Tuna bukan lagi sekadar protein hewani yang rasanya nikmat lagi penuh manfaat dan berdampak hebat pada nilai ekonomi.

Kolagen dari kulit tuna, kini mulai menjalari industri makanan dan kesehatan, gaya hidup juga kecantikan.

Produk ini, berada dalam industri global yang diproyeksikan melampaui US$ 9 miliar pada 2030, sementara produk turunan seperti gelatin, biopeptida, dan bahan farmasi memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar atau beku.

Pendekatan ini membuka peluang untuk menghasilkan nilai ekonomi berlipat dari satu ekor tuna tanpa meningkatkan tekanan terhadap stok, sekaligus memperkuat arah transformasi industri menuju model yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tuna Talks 2026 hari ini (2/5/2026) menampilkan peluncuran kolaborasi antara Collabit yang berpusat di Bitung Sulawesi Utara dan restoran Padang Merdeka melalui menu inovatif berbasis Tuna.

Michella Irawan, Founder & CEO Collabit menyampaikan menu Ayam Pop + Tuna Collagen”, mengintegrasikan manfaat nutrisi tuna ke dalam hidangan populer.

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana inovasi berbasis perikanan dapat diterjemahkan ke dalam produk yang lebih dekat dengan konsumen,” ucapnya.

Upaya ini juga didukung oleh pengembangan produk turunan tuna seperti yang dilakukan oleh Ocean Pure, yang berpusat di Banda Aceh, dalam mengolah bahan baku tuna menjadi produk collagen berbasis ikan untuk kebutuhan kesehatan dan gaya hidup serta kecantikan.

Kehadiran inovasi-inovasi ini memperkuat potensi pengembangan industri tuna tidak hanya di tingkat hilir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah penghasil.

“Kami melihat potensi besar dari pemanfaatan tuna secara menyeluruh, termasuk melalui pengembangan collagen yang dapat diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk membawa inovasi tersebut lebih dekat ke masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan berbasis sains juga membuka peluang baru dalam pengembangan industri.

Pemanfaatan tuna yang lebih menyeluruh dinilai mampu menciptakan nilai ekonomi tambahan sekaligus mengurangi limbah.

“Dengan inovasi dan riset, kita dapat memperluas pemanfaatan tuna jauh melampaui konsumsi pangan. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan resonansi kebudayaan kelautan,” ujar Prof. Budy Wiryawan, Science Advisor Tuna Consortium sekaligus Chair Tuna Talks 2026.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, termasuk sektor kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi ekonomi industri tuna Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya permintaan terhadap produk turunan tuna yang bernilai tambah, peluang tidak hanya terbuka di sisi hilir, tetapi juga di tingkat hulu.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hasil tangkapan, sekaligus membangkitkan kembali gairah pelaku usaha perikanan dan komunitas nelayan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya serta menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi mereka sebagai bagian penting dari rantai nilai industri tuna nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Personel ASDP Lintas Cabang Ikuti Sertifikasi Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 16:41 WIB

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kuartal II-2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%

20 September 2026 - 13:18 WIB

Mantap, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk List Teratas Global Michelin Guide

20 September 2026 - 12:50 WIB

Trending di EKOBIS