Menu

Mode Gelap
Tanoh Gayo Buktikan Diri sebagai Lumbung Sastra pada PPN XIV Aceh 2026 Tiket Kereta Api Diskon 30 Persen Mulai Besok, KAI: Masih Tersedia 755 Ribu Kursi untuk Liburan Sekolah BNN Gelar Anjangsana ke Mantan Kepala BNN Heru Winarko Jelang HANI 2026 Menbud Klaim Market Share Film Domestik Tembus 67%, Tapi Penonton Bioskop Masih Susut B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai Pameran Tunggal Andri Wintarso Angkat Art Therapy dan Kisah Kemanusiaan Penyandang Disabilitas

EKOBIS

Kolagen Tuna Menjalari Industri Makanan dan Kecantikan

badge-check


 Inovasi Tuna untuk produk makanan dan juga kesehatan Perbesar

Inovasi Tuna untuk produk makanan dan juga kesehatan

Wartatrans.com, JAKARTA – Kreativitas dan inovasi membuat Tuna bukan lagi sekadar protein hewani yang rasanya nikmat lagi penuh manfaat dan berdampak hebat pada nilai ekonomi.

Kolagen dari kulit tuna, kini mulai menjalari industri makanan dan kesehatan, gaya hidup juga kecantikan.

Produk ini, berada dalam industri global yang diproyeksikan melampaui US$ 9 miliar pada 2030, sementara produk turunan seperti gelatin, biopeptida, dan bahan farmasi memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan produk segar atau beku.

Pendekatan ini membuka peluang untuk menghasilkan nilai ekonomi berlipat dari satu ekor tuna tanpa meningkatkan tekanan terhadap stok, sekaligus memperkuat arah transformasi industri menuju model yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Tuna Talks 2026 hari ini (2/5/2026) menampilkan peluncuran kolaborasi antara Collabit yang berpusat di Bitung Sulawesi Utara dan restoran Padang Merdeka melalui menu inovatif berbasis Tuna.

Michella Irawan, Founder & CEO Collabit menyampaikan menu Ayam Pop + Tuna Collagen”, mengintegrasikan manfaat nutrisi tuna ke dalam hidangan populer.

“Inisiatif ini menunjukkan bagaimana inovasi berbasis perikanan dapat diterjemahkan ke dalam produk yang lebih dekat dengan konsumen,” ucapnya.

Upaya ini juga didukung oleh pengembangan produk turunan tuna seperti yang dilakukan oleh Ocean Pure, yang berpusat di Banda Aceh, dalam mengolah bahan baku tuna menjadi produk collagen berbasis ikan untuk kebutuhan kesehatan dan gaya hidup serta kecantikan.

Kehadiran inovasi-inovasi ini memperkuat potensi pengembangan industri tuna tidak hanya di tingkat hilir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah penghasil.

“Kami melihat potensi besar dari pemanfaatan tuna secara menyeluruh, termasuk melalui pengembangan collagen yang dapat diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan kesehatan. Kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk membawa inovasi tersebut lebih dekat ke masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan berbasis sains juga membuka peluang baru dalam pengembangan industri.

Pemanfaatan tuna yang lebih menyeluruh dinilai mampu menciptakan nilai ekonomi tambahan sekaligus mengurangi limbah.

“Dengan inovasi dan riset, kita dapat memperluas pemanfaatan tuna jauh melampaui konsumsi pangan. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan resonansi kebudayaan kelautan,” ujar Prof. Budy Wiryawan, Science Advisor Tuna Consortium sekaligus Chair Tuna Talks 2026.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, termasuk sektor kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya akan menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi ekonomi industri tuna Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya permintaan terhadap produk turunan tuna yang bernilai tambah, peluang tidak hanya terbuka di sisi hilir, tetapi juga di tingkat hulu.

“Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hasil tangkapan, sekaligus membangkitkan kembali gairah pelaku usaha perikanan dan komunitas nelayan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya serta menumbuhkan kebanggaan terhadap profesi mereka sebagai bagian penting dari rantai nilai industri tuna nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

B50 Mulai 1 Juli: 14 Juta Kiloliter Impor Ditebas, Risiko Mesin Mengintai

19 Juni 2026 - 13:04 WIB

Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani

19 Juni 2026 - 12:49 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gandeng Kejari Jakarta Utara, Tingkatkan Pendampingan Hukum dan Kelancaran Operasional

18 Juni 2026 - 22:53 WIB

Budi Setyawan Wijaya jadi Dirut PELNI

18 Juni 2026 - 22:42 WIB

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

18 Juni 2026 - 22:20 WIB

Lewat Pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban, ASDP Perkuat Gerbang Maritim Kepri

18 Juni 2026 - 19:35 WIB

Menhub Dudy: Lampung dan Banten jadi Kunci Kelancaran Angkutan Lebaran

18 Juni 2026 - 18:45 WIB

AirNav Pimpin Forum Strategis ICAO Asia Pasifik, Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Penerbangan Regional

18 Juni 2026 - 17:12 WIB

Pertamax Naik, Penjualan BEV Stagnan: 3 Alasan Hybrid Justru Masih Juara 

18 Juni 2026 - 16:57 WIB

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenhub Tahun 2027 Senilai Rp28,34 Triliun

18 Juni 2026 - 11:31 WIB

Trending di EKOBIS