Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 dimaknai sebagai momentum penting untuk memperkuat solidaritas antara buruh dan petani dalam memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia.
DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menegaskan bahwa perjuangan buruh tidak dapat dipisahkan dari perjuangan petani. Keduanya merupakan pilar utama dalam sektor riil yang berperan besar terhadap ketahanan dan kedaulatan nasional, khususnya di bidang pangan.

Dalam peringatan May Day yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk berpihak kepada kaum buruh dan rakyat kecil. Sejumlah program strategis disampaikan, antara lain penyediaan rumah layak bagi pekerja, fasilitas daycare di lingkungan kerja, serta perlindungan menyeluruh bagi pekerja formal maupun informal.
Selain itu, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) guna mengantisipasi gelombang pemutusan kerja, serta mendorong kebijakan yang lebih adil, termasuk pengaturan tarif bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Menanggapi hal tersebut, DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah menyatakan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan dalam memperjuangkan hak-hak petani sebagai bagian dari pekerja sektor riil. Organisasi ini juga mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada peningkatan produksi pangan nasional serta menolak berbagai bentuk ketidakadilan ekonomi yang merugikan rakyat kecil.
“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan seruan perjuangan bersama. Kedaulatan pangan hanya bisa terwujud jika kesejahteraan petani dan buruh berjalan beriringan,” demikian pernyataan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah.
Melalui momentum ini, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, dengan petani yang kuat dan buruh yang sejahtera.*** (Jasa)




























